Malware Spyware Mendominasi Serangan Siber
Rabu, 6 Juni 2018 | 20:54 WIB
Jakarta - Berdasarkan laporan terbaru Dimension Data bertajuk "Executive Guide to the NTT Security 2018 Global Threat Intelligence Report", dari 150 juta serangan siber yang terjadi di dunia sepanjang 2017, spyware/key loggers masih mendominasi serangan. Persentasenya mencapai 26%.
Country General Manager Dimension Data, Hendra Lesmana menyampaikan, malware jenis spyware/key loggers paling banyak digunakan oleh penjahat siber karena umumnya sulit terdeteksi oleh korban. Cara masuk malware ini juga cukup mudah, antara lain lewat email phising atau tipuan, maupun melalui website yang telah ditempel program jahat. Ketika situs tersebut dibuka, spyware akan tinggal di perangkat korban untuk memata-matai aktivitasnya.
"Dari tahun ke tahun, serangan spyware memang paling tinggi. Kalau sudah bercokol di perangkat, ada banyak hal yang bisa dilakukan malware ini. Semua yang dilakukan pengguna perangkat tersebut bisa direkam dan dilaporkan untuk dieksploitasi," kata Hendra Lesmana, di Jakarta, Rabu (6/6).
Hendra mengatakan kebanyakan korban dari serangan spyware tidak menyadari telah dimata-matai. Karenanya, Hendra menyarankan untuk rajin melakukan upgrade operating system maupun anti virus agar bisa terdeteksi adanya malware.
Selain spyware, jenis malware lainnya yang juga banyak menyerang sepanjang 2017 adalah trojan dan virus/worm. Khusus untuk ransomware, meskipun persentasenya hanya 7%, namun peningkatan serangannya mencapai 350% jika dibandingkan dengan tahun 2016.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




