Ancelotti Ungkap Terjadi Kekerasan Saat Madrid Lawan Atletico
Rabu, 2 Oktober 2024 | 17:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menyoroti terjadinya kekerasan dalam pertandingan skuad asuhannya melawan tim sekota Atletico Madrid, Senin (30/9/2024) dini hari WIB di Stadion Wanda Metropolitano.
Laga pekan kedelapan itu berakhir imbang 1-1. Real Madrid memimpin lebih dahulu berkat gol Eder Militao pada menit ke-64. Namun, tuan rumah mampu menyamakan skor saat laga akan berakhir. Pertandingan ini juga diwarnai dengan dikeluarkannya kartu merah untuk pemain Altletico Marcos Llorente pada pengujung laga.
"Saya menghargai pendapat semua orang. Namun, kekerasan yang terjadi di lapangan jelas tidak dapat diterima, dan mereka yang melakukannya tidak layak berada di sepak bola maupun di masyarakat," ujar Ancelotti, Selasa (1/10/2024).
Pelatih asal Italia tersebut merasa kesal karena ada pihak yang mencoba mengalihkan fokus dari insiden kekerasan itu, dengan menyalahkan kiper timnya, Thibaut Courtois.
Ancelotti menegaskan, Courtois tidak bersalah, karena ia hanya bereaksi terhadap ancaman yang diteriakkan oleh suporter garis keras Atletico Madrid, Frente Atletico, yang berada di belakang gawangnya.
"Berbicara tentang sikap Courtois saat suporter meneriakkan 'Aku harap kau mati' beberapa kali adalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya," tegasnya.
Saat pertandingan berlangsung, Courtois menjadi target pelemparan benda-benda dari tribune selatan Stadion Wanda Metropolitano.
Kiper Belgia tersebut pernah bermain untuk Atletico Madrid pada 2011 hingga 2014 sebagai pemain pinjaman dari Chelsea. Ini mungkin menjadi salah satu alasan kebencian suporter kepadanya.
Pelemparan terjadi setelah Eder Militao mencetak gol untuk Real Madrid pada menit ke-64, yang menyebabkan pertandingan dihentikan selama sekitar 10 menit. Media olahraga The Athletic melaporkan bahwa beberapa benda, termasuk pemantik api dan botol air, dilemparkan ke arah Courtois.
Ancelotti menegaskan bahwa kejadian semacam itu tidak seharusnya ada di sepak bola. "Saya berbicara secara umum, ini bukan soal pendukung Atletico, Real Madrid, Barcelona, atau Villarreal, tetapi kekerasan dalam bentuk apapun harus disingkirkan," kata Ancelotti.
Ketika ditanya tentang tepuk tangan yang diberikan oleh pemain Atletico kepada Frente Atletico setelah insiden pelemparan itu, Ancelotti menolak memberikan komentar.
"Saya tidak ingin menanggapi perilaku orang lain, terutama teman-teman yang saya hormati. Saya tidak punya komentar tentang itu," tutupnya.
Hasil imbang dalam derbi Madrid membuat Real Madrid dan Atletico Madrid masih belum bisa memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen sementara La Liga 2024/2025, Barcelona.
Hingga pekan kedelapan, Real Madrid berada di posisi kedua dengan 18 poin, sementara Atletico Madrid berada di posisi keempat dengan 16 poin. Barcelona masih memimpin klasemen dengan 21 poin, meskipun mereka baru saja kalah 2-4 dari Osasuna.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




