Marotta: Inter Tunjukkan Keberanian Pilih Chivu Gantikan Inzaghi
Sabtu, 7 Juni 2025 | 06:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, menyebut penunjukan Cristian Chivu sebagai pelatih baru adalah bentuk keberanian dari manajemen klub, setelah mereka mengaku “sebagian tidak siap” atas keputusan mendadak Simone Inzaghi untuk hengkang.
Inter mengalami masa sulit di akhir musim 2024/2025. Mereka gagal meraih Scudetto hanya karena selisih satu poin dan menelan kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
“Kalau menang, Anda hebat. Tapi kalau kalah, langsung dilupakan,” ujar Marotta dalam Festival Serie A di Parma.
“Kekalahan seminggu lalu adalah bagian dari sepak bola. Tapi finis kedua di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tetap luar biasa, terlebih kami bisa sampai ke final dua kali dalam tiga tahun. Kekecewaan itu wajar, tapi ini adalah bagian dari olahraga,” tambahnya.
Inzaghi Pergi, Inter Tak Siap
Inzaghi secara tiba-tiba mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan klub pada Senin lalu, usai kekalahan di final, dan memilih menerima tawaran dari klub Arab Saudi, Al-Hilal.
Keputusan itu membuat manajemen Inter kelimpungan. Mereka sempat mendekati Cesc Fabregas, namun ditolak oleh Como. Inter juga disebut-sebut menghubungi Jose Mourinho (Fenerbahce) dan Patrick Vieira (Genoa), sebelum akhirnya memutuskan mengangkat Chivu, pelatih Parma.
“Karena jaraknya yang begitu dekat dengan final Liga Champions, kami belum sempat membahas pergantian pelatih secara serius. Inzaghi pun baru menyampaikan keputusannya hari Senin setelah kekalahan,” jelas Marotta.
“Saya membaca media menyebut kami bingung, tapi kami hanya sedang memproses keputusan yang mengejutkan dan tidak kami antisipasi, lalu segera bertindak.”
Chivu Jadi Pilihan Ideal
Meski belum diumumkan secara resmi karena Chivu masih terikat kontrak dengan Parma, Marotta menyebut sang pelatih asal Rumania telah dipilih karena profilnya dianggap paling cocok.
“Media menyebut banyak nama aneh. Tapi hal pertama saat mengganti pelatih adalah menentukan profil yang tepat dan menyusun strategi antara pemilik dan manajemen. Profil yang kami cari adalah pelatih muda yang bisa memaksimalkan akademi,” kata Marotta.
“Inter adalah klub besar yang wajib ikut serta dalam kompetisi bergengsi dan bertarung untuk menang. Untuk itu bukan hanya butuh uang, tapi juga kualitas lain—dan kami melihat itu dalam diri Cristian Chivu,” tuturnya.
“Ini bentuk keberanian dan kepemimpinan sejati. Yang penting adalah klub yang kuat dan strategi yang jelas,” pungkas Marotta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




