ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mimpi 20 Tahun Ruben Amorim di MU Kini di Ujung Jalan

Kamis, 28 Agustus 2025 | 20:30 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Pelatih Manchester United Ruben Amorim saat mendamping skuad Red Devils melawan Grimsby Town, Kamis, 28 Agustus 2025 dini hari WIB.
Pelatih Manchester United Ruben Amorim saat mendamping skuad Red Devils melawan Grimsby Town, Kamis, 28 Agustus 2025 dini hari WIB. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Siapa penggemar Manchester United yang tahan menonton Bruno Fernandes dan kawan-kawan beraksi di lapangan sekarang?  Penggemar Manchester United di seluruh dunia pasti geregetan, namun mereka tetap bertahan untuk memberikan dukungan. 

Seperti pengguna X dengan nama akun @ericdjemmbafrom*** yang dikutip Beritasatu.com, Kamis (28/8/2025). Ia benar-benar kecewa melihat penampilan Manchester United saat menghadapi Grimsby Town, Kamis dini hari di Piala Carabao. 

“Penampilan yang mengecewakan, semua pemain sepertinya tidak tahu apa yang mereka harus lakukan. Dari depan ke belakang semuanya memalukan,” tulisnya. 

Kekecewaan yang sama memang tumpah di media massa. Suporter klub lawan bahkan ride the wave, ambil kesempatan, untuk melecehkan. Toh, itu tidak membuat suporter Red Devils mundur ke belakang. Sama seperti suporter tandang Manchester United yang tetap bertahan di stadion Blundell Park hingga Bruno Fernandes dan kawan-kawan menghilang dari lapangan. 

ADVERTISEMENT

Sepanjang pertandingan mereka berani memandang ke lapangan dan memberikan dukungan. Tidak seperti Ruben Amorim, yang justru hanya bisa bersembunyi di sudut bangku pemain cadangan dan menundukkan kepala karena enggan melihat pemain-pemainnya mengambil tendangan penalti pada babak adu penalti. 

Amorim yang ada Kamis dini hari tadi seolah bukan pria yang sama ketika musim lalu berdiri di tengah-tengah “jantung” Old Trafford dan mengatakan “Hari-hari indah akan datang.” 

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim (kanan) menolak membebani kekalahan 1-0 dari Chelsea pada satu orang. - (AP/Dave Thompson)
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim (kanan) menolak membebani kekalahan 1-0 dari Chelsea pada satu orang. - (AP/Dave Thompson)

Ruben Amorim memang datang ke Manchester United dengan janji besar. Ia sadar menerima pekerjaan di Manchester United adalah tantangan berat. 

Namun, filosofi taktik dan cara kerja yang ia pegang, membuat pria Portugal itu punya keinginan besar untuk Manchester United. Sampai-sampai ia ia pernah berkata ingin bertahan hingga 20 tahun di Old Trafford dan membawa klub kembali berjaya. 

Tekad dan cara kerja itu yang membuat suporter menerima Ruben Amorim dengan tangan terbuka. Termasuk menerima kenyataan pahit melihat Manchester United mengakhiri musim lalu di peringkat 15.  Semuanya diterima karena percaya pada Ruben Amorim. 

Percaya Ruben Amorim akan membenahi semuanya, mulai dari perekrutan pemain baru, taktik 3-4-3 yang akan jadi formula terbaik, hingga membuang para “benalu” di tubuh Manchester United.Bak gayung bersambut, Carrington, tempat skuad Manchester United latihan, juga ikut berbenah dengan tampilan baru. 

Namun, hanya tiga pertandingan awal musim 2025/2026 semuanya bisa dikatakan hancur seketika. Manchester United terseok di Liga Inggris kalah 0-1 dari Arsenal, hanya imbang 1-1 dengan Fulham, dan yang paling memalukan, tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah adu penalti dari tim divisi empat, Grimsby Town.

Amorim sendiri tidak percaya dirinya berada pada posisi ini. Sampai-sampai pada sesi wawancara usai pertandingan dia masih terdengar kebingungan. 

“Saya hanya bisa minta maaf. Tetapi saya rasa para pemain sudah menunjukkan dengan jelas apa yang mereka inginkan lewat cara mereka bermain hari ini," ujarnya. 

“Sesuatu harus berubah, dan sangat tidak mungkin mengubah 22 pemain,” sambungnya. 

Pernyataan ini memang menimbulkan tanda tanya. Ruben Amorim seolah mengirim sinyal bahwa ia kehilangan kendali di ruang ganti. Pemain-pemain yang ia andalkan seolah balik badan. 

Saat ini, Amorim memang seakan sendirian. Satu-satunya teman yang ada hanyalah ambisi dan mimpi. Ia berambisi berada di Manchester United hingga 20 tahun ke depan dan memberikan kejayaan. 

Sayangnya, ambisi 20 tahun terasa terlalu jauh ketika tiga pertandingan saja terasa melelahkan dan memalukan. Pertanyaan yang muncul sekarang apakah Ruben Amorim  masih punya waktu untuk membuktikannya, atau justru ambisinya berakhir sebagai catatan reflektif tentang betapa beratnya kursi pelatih di Old Trafford yang sudah banyak makan korban? 

“Sebenarnya jujur saja banyak yang ingin melihat Ruben Amorim membalikkan keadaan, membawa tim yang sedang dibentuknya menjadi lebih kuat setelah pengalaman pahit. Namun, ia juga yang memperburuk keadaan,” tulis analis Sky Sports News, Adam Bate. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Amad Diallo Dukung Michael Carrick Jadi Pelatih Manchester United

Amad Diallo Dukung Michael Carrick Jadi Pelatih Manchester United

SPORT
Manchester United Siap Permanenkan Michael Carrick Jadi Pelatih

Manchester United Siap Permanenkan Michael Carrick Jadi Pelatih

SPORT
Bursa Transfer Eropa Memanas, Chelsea dan MU Bergerak Cepat

Bursa Transfer Eropa Memanas, Chelsea dan MU Bergerak Cepat

SPORT
Manchester United Tertahan di Kandang Sunderland

Manchester United Tertahan di Kandang Sunderland

SPORT
Babak 1 Sunderland vs MU: Lammens Kerja Keras, Skor Imbang 0-0

Babak 1 Sunderland vs MU: Lammens Kerja Keras, Skor Imbang 0-0

SPORT
Susunan Pemain Sunderland vs MU: Tanpa Pilar Utama, Carrick Berjudi?

Susunan Pemain Sunderland vs MU: Tanpa Pilar Utama, Carrick Berjudi?

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon