Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR Tiba di Posko DVI Polda Sulsel
Rabu, 21 Januari 2026 | 10:32 WIB
Makassar, Beritasatu.com - Posko Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan menerima jenazah kedua korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Jenazah laki-laki tersebut tiba di Posko DVI Jalan Kumala, Kota Makassar, Rabu (21/1/2026), sekitar pukul 08.54 Wita.
Jenazah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari punggungan Lampeso, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sebelum dibawa ke posko DVI menggunakan ambulans milik Rumah Sakit Angkatan Udara dr Dody Sardjoto.
Setibanya di posko, jenazah langsung diserahkan kepada tim dokter forensik DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi. Tahapan identifikasi meliputi pemeriksaan postmortem, termasuk pengambilan sampel DNA yang akan dicocokkan dengan data keluarga inti korban.
Korban tersebut merupakan jenazah pertama yang ditemukan tim SAR gabungan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.20 Wita. Jenazah ditemukan di lereng jurang Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 200 meter.
Proses evakuasi berlangsung cukup panjang dan memakan waktu tiga hari. Setelah ditemukan di lereng jurang, jenazah terlebih dahulu dinaikkan ke puncak gunung, lalu diturunkan kembali melalui jalur darat dengan berjalan kaki. Evakuasi sempat terkendala cuaca ekstrem yang melanda wilayah pegunungan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar selaku On Scene Coordinator (OSC), Andi Sultan mengatakan cuaca pada Rabu pagi cukup mendukung sehingga evakuasi dapat dilakukan menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601.
“Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi. Helikopter Dauphin dari Lanud Hasanuddin berangkat menuju Lampeso pada pukul 07.47 Wita,” ujar Sultan.
Ia menjelaskan, proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist menggunakan teknik air landed pada pukul 07.59 Wita. Helikopter kemudian kembali dan mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 Wita.
“Setelah berhasil landing di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung diserahkan kepada tim medis menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI,” jelasnya.
Menurut Sultan, seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi solid antarunsur SAR serta dukungan kondisi cuaca yang membaik.
Seusai menyerahkan jenazah, 37 personel SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian di sekitar lokasi penemuan korban pertama, wilayah Lampeso. Operasi SAR dibagi dalam beberapa search and rescue unit (SRU), di antaranya:
- SRU 1 dengan 50 personel,
- SRU 2 menyisir area ditemukannya ekor pesawat dengan 28 personel,
- SRU 3 bergerak dari posko menuju puncak gunung sambil membawa peralatan vertikal dengan kekuatan 75 personel,
- SRU 4 menyisir area air terjun patahan 4 dan 5, lokasi ditemukannya bagian mesin pesawat, dengan 40 personel.
Hingga saat ini, delapan korban lainnya masih dalam pencarian.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sebelum dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu (17/1/2026).
Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), masing-masing bernama Ferry Irawan, Deden Mulyana, dan Yoga Naufal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




