Tim SAR Temukan Potongan Tangan Diduga Korban Pesawat ATR 42-500
Kamis, 22 Januari 2026 | 07:31 WIB
Pangkep, Beritasatu.com - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali menemukan potongan tubuh manusia yang diduga kuat merupakan bagian dari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Rabu (21/1/2026).
Temuan terbaru tersebut menambah daftar perkembangan dalam proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat yang jatuh di wilayah pegunungan dengan medan berat. Potongan tubuh yang ditemukan diduga berupa bagian tangan manusia, yang saat ini telah diamankan untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, saat memberikan keterangan di Posko SAR Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep.
"Kami dari posko gabungan SAR provinsi Sulawesi Selatan, yang berada di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, pada malam ini kami informasikan kepada semuanya bahwa pada hari ini selain kita mendapatkan yang diduga black box, dan ada juga elektrik penghemat minyak atau profelem, kami juga menemukan potongan tangan," ungkapnya.
Kolonel Abi menjelaskan, potongan tangan tersebut ditemukan pada jarak sekitar 70 meter dari lokasi ditemukannya korban pertama. Temuan ini diperoleh saat tim SAR menyisir area pencarian yang sebelumnya sulit dijangkau akibat kontur medan yang curam dan tertutup vegetasi lebat.
Lebih lanjut, Abi menyebutkan, informasi awal terkait temuan tersebut diterima pada pukul 15.45 Wita. Seluruh proses pencarian dilakukan dengan koordinasi ketat antarunsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan setempat.
"Demikian kami informasikan awal terkait dengan perkembangan terkini," ucapnya.
Meski secara visual tim di lapangan meyakini bahwa temuan tersebut merupakan bagian tubuh manusia, pihak SAR belum dapat memastikan identitas korban. Seluruh temuan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) dari dokter kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan data forensik.
Hingga kini, operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung. Tim gabungan tetap fokus melakukan penyisiran lanjutan guna menemukan korban dan bagian pesawat lainnya, termasuk memastikan seluruh temuan dapat diidentifikasi secara akurat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




