ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemhub Gandeng ASDP dalam Pemanfaatan Pelabuhan Danau Toba

Rabu, 28 April 2021 | 07:38 WIB
JS
JS
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: JNS
Penandatanganan MoU pemanfaatan operasional pelabuhan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba oleh Dirjen Hubdat Kemhub Budi Setiyadi dan Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi di Jakarta, Kamis, 15 April 2021. (Foto: Dok. Ditjen Hubdat)
Penandatanganan MoU pemanfaatan operasional pelabuhan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba oleh Dirjen Hubdat Kemhub Budi Setiyadi dan Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi di Jakarta, Kamis, 15 April 2021. (Foto: Dok. Ditjen Hubdat) (Dok. Ditjen Hubdat)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub) menggandeng PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam pemanfaatan operasional pelabuhan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Dirjen Hubdat Budi Setiyadi berharap kerja sama ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya pengguna angkutan pelabuhan di wilayah KSPN Danau Toba.

"Kami juga berharap kehadiran PT ASDP selain untuk mengelola prasarana dengan baik dalam aspek pelayanan, diharapkan dapat memberikan nilai lebih untuk meningkatkan kualitas masyarakat di sekitar Danau Toba, khususnya di beberapa dermaga yang akan dikerjasamakan. Bisa dilakukan dengan menarik brand-brand lokal di sana," kata Budi, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (15/4/2021).

"Kami dan PT ASDP akan menyusun perjanjian setelah mendapat persetujuan. Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada petugas, pedagang dan masyarakat sekitar pelabuhan di KSPN Danau Toba terkait dengan adanya pembangunan pemanfaatan barang milik negara (BMN) ini," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, akan dilakukan juga pengawasan dan evaluasi pemanfaatan BMN dengan mekanisme kerjasama pemanfaatan operasional pelabuhan di KSPN Danau Toba di antara Ditjen Hubdat dan ASDP.

Sementara itu, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan pariwisata.

"Melalui kerja sama ini, kami berperan dalam dua hal yang terkait dengan pariwisata yaitu accessibility dan amenities. Kami memiliki target untuk meningkatkan jumlah wisatawan menjadi 1 juta orang dari yang semula menurut Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba jumlah wisatawan hanya sekitar 350.000 sampai dengan tahun 2019," kata Ira.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon