ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Kresek Picu Krisis Air Bersih, Pemkab Tangerang Kirim Bantuan

Senin, 19 Januari 2026 | 23:40 WIB
WK
BW
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: BW
Warga Desa Pasir Ampo, Kresek, Tangerang, Banten, bertahan di rumah mereka dalam kondisi banjir, Senin 19 Januari 2026.
Warga Desa Pasir Ampo, Kresek, Tangerang, Banten, bertahan di rumah mereka dalam kondisi banjir, Senin 19 Januari 2026. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com — Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat menanggapi krisis air bersih dan air minum yang melanda warga Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, setelah wilayah tersebut terendam banjir selama beberapa hari berturut-turut.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memastikan distribusi air bersih akan segera dilakukan melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja untuk membantu warga terdampak.

“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan PDAM, hari ini bantuan air bersih akan dikirim ke lokasi,” kata Maesyal, Senin (19/1/2026).

Selain penyaluran air bersih, Pemkab Tangerang juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWS C3) guna menangani penyebab utama banjir, yakni luapan Sungai Cidurian.

ADVERTISEMENT

Menurut Maesyal, kerusakan tanggul menjadi salah satu faktor yang memperparah genangan di Desa Pasir Ampo. Ia mengaku telah mendatangi BBWS C3 untuk meminta pemasangan tanggul secara darurat.

“Saat kami meninjau Pasir Ampo, terlihat jelas ada persoalan pada tanggul. Karena itu, kami langsung mengajukan permohonan pemasangan tanggul kepada BBWS,” jelasnya.

Banjir yang mulai menggenangi desa sejak Selasa (13/1/2026) membuat banyak warga kehilangan akses terhadap air bersih dan air minum. Kondisi ini makin menyulitkan pengungsi yang terpaksa bertahan di tempat-tempat darurat.

Salah satunya dialami Edi (86), warga setempat yang mengungsi bersama keluarganya di sebuah gubuk sederhana di tepi jalan desa. Ia mengaku kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

“Air minum saja susah. Kami terpaksa mandi pakai air banjir,” tutur Edi.

Ia juga menyebut kebutuhan logistik masih sangat terbatas. Bantuan makanan belum merata, sementara kebutuhan sehari-hari terus meningkat.

“Sehari kami cuma dapat satu nasi bungkus untuk satu keluarga. Kadang dapat makan, tapi tidak ada air minum,” tambahnya.

Situasi ini membuat warga berharap bantuan pemerintah dan relawan dapat segera ditingkatkan, baik dalam bentuk suplai air bersih maupun kebutuhan pokok lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

5 Hari Banjir Tak Surut, Warga Kresek Tangerang Krisis Air Bersih

5 Hari Banjir Tak Surut, Warga Kresek Tangerang Krisis Air Bersih

BANTEN
Korban Banjir Tangerang Mengungsi di Gubuk hingga Kabin Mobil

Korban Banjir Tangerang Mengungsi di Gubuk hingga Kabin Mobil

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon