ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Plastik Naik, Pedagang Pasar Kranggot Cilegon Tertekan

Minggu, 12 April 2026 | 14:49 WIB
AY
BW
Penulis: A Ferry Yuniar | Editor: BW
Pedagang plastik di Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon tertekan dengan kenaikan harga.
Pedagang plastik di Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon tertekan dengan kenaikan harga. (Beritasatu.com/Ferry Yuniar)

Cilegon, Beritasatu.com — Kenaikan harga plastik dari berbagai jenis memberikan tekanan serius terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Baru Kranggot, Kota Cilegon. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan beban operasional pedagang, tetapi juga memangkas keuntungan yang mereka peroleh.

Situasi tersebut turut memengaruhi aktivitas jual beli di pasar tradisional terbesar di Kota Cilegon, yang kini terlihat tidak seramai biasanya. Para pedagang mengaku harus mencari berbagai cara untuk menyiasati lonjakan harga bahan kemasan yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu pedagang, Ahmad, mengungkapkan keberatannya atas kenaikan harga plastik yang dinilai makin memberatkan. Ia terpaksa menaikkan harga jual dagangannya demi menutup biaya tambahan.

ADVERTISEMENT

“Kalau tidak dinaikkan, kami rugi. Namun, kalau dinaikkan, pembeli jadi berkurang,” ujar Ahmad.

Kenaikan harga plastik terbilang cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp 28.000 per kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp 49.000 per kilogram.

Tidak hanya plastik, harga kertas nasi juga ikut mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp 25.000 per pak, kini menjadi Rp 33.000 per pak.

Hal serupa disampaikan Toyib, pedagang ketoprak di pasar tersebut. Ia mengaku penjualannya ikut menurun seiring naiknya harga bahan kemasan.

“Sekarang mau tidak mau harga makanan ikut naik, tapi pembeli jadi berkurang,” kata Toyib.

Kondisi ini juga memicu perubahan pola transaksi di pasar. Sejumlah pedagang mulai mengurangi penggunaan kantong plastik dalam setiap transaksi sebagai langkah untuk menekan biaya operasional.

Para pedagang menyebutkan, kenaikan harga plastik mulai terasa sejak awal 2026 dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Beberapa faktor diduga menjadi penyebab lonjakan harga tersebut, di antaranya kenaikan harga bahan baku minyak dunia sebagai komponen utama produksi plastik, meningkatnya biaya distribusi, serta terbatasnya pasokan dari produsen.

Para pedagang berharap kondisi ini mendapat perhatian serius, mengingat dampaknya cukup luas terhadap stabilitas harga di tingkat pasar tradisional. Selain menurunkan daya beli masyarakat, kenaikan harga bahan pendukung seperti plastik juga berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha mikro serta memicu kenaikan harga barang secara umum.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendag Sebut Impor Bahan Baku Plastik Tiba Pertengahan Mei 2026

Mendag Sebut Impor Bahan Baku Plastik Tiba Pertengahan Mei 2026

EKONOMI
Pedagang Tahu Bulat Terjepit Harga Plastik yang Naik Dadakan

Pedagang Tahu Bulat Terjepit Harga Plastik yang Naik Dadakan

EKONOMI
Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Bahas Stimulus Industri Hari Ini

Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Bahas Stimulus Industri Hari Ini

EKONOMI
Redam Kenaikan Harga Plastik, Mendag Budi Santoso Percepat Impor Nafta

Redam Kenaikan Harga Plastik, Mendag Budi Santoso Percepat Impor Nafta

EKONOMI
Ini Penyebab Harga Plastik di Pasar Senen Naik hingga 50 Persen

Ini Penyebab Harga Plastik di Pasar Senen Naik hingga 50 Persen

JAKARTA
Wamendag Ungkap Masih Cari Supplier Nafta untuk Tekan Harga Plastik

Wamendag Ungkap Masih Cari Supplier Nafta untuk Tekan Harga Plastik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon