ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertikaian Caleg di Puncak Jaya Akibatkan Puluhan Orang Luka-luka

Kamis, 15 Februari 2024 | 09:21 WIB
SP
BW
Penulis: Sevianto Pakiding | Editor: BW
Sejumlah warga luka-luka akibat pertikaian menjalani penanganan medis di RSUD Mulia Puncak Jaya, Papua Pegunungan, Rabu 14 Februari 2024.
Sejumlah warga luka-luka akibat pertikaian menjalani penanganan medis di RSUD Mulia Puncak Jaya, Papua Pegunungan, Rabu 14 Februari 2024. (./Istimewa)

Timika, Beritasatu.com - Puluhan orang luka-luka akibat aksi saling serang antarkelompok pendukung calon anggota legislatif (caleg) Pemilu 2024 di Puncak Jaya, Papua Pegunungan, Rabu (14/2/2024).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, aksi saling serang terjadi di sejumlah distrik, di antaranya Wonwi, Dokome, Yaimo, Pagaleme, Mulia, Yambi, Irimuli, Muara, dan Illu.

Korban rata-rata terluka akibat anak panah yang menancap di tubuhnya. Dari gambar yang beredar, korban tertancap anak panah tepat di matanya.

ADVERTISEMENT

"Ada 62 orang terluka akibat pertikaian tersebut. Mereka langsung dievakuasi ke RSUD Mulia,” kata Ignatius dikonfirmasi Beritasatu.com dari Timika, Kamis (15/2/2024).

Ignatius menjelaskan, pertikaian pertama terjadi di Distrik Wonwi pada pukul 10.00 WIT. Dua kelompok terlibat saling serang dipicu perebutan suara caleg. Daerah itu masih menggunakan sistem noken dalam pemilu.

"Dua kelompok memperebutkan suara untuk diberikan kepada caleg yang didukungnya,” ungkap Ignatius.

Situasi yang sama terjadi di sejumlah distrik lainnya. Beruntung aparat keamanan dengan cepat merespons kejadian itu dan berhasil meredam kelompok yang bertikai.

“Kapolres Puncak Jaya dan personelnya berhasil melerai semua masyarakat yang bertikai dan melakukan mediasi," kata Ignatius.

Ia memastikan tidak ada aparat keamanan yang terluka saat berupaya melerai pertikaian warga yang menggunakan busur panah tradisional, parang, dan ketapel.

“Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dari aparat keamanan, dan situasi sudah aman karena langsung dibubarkan aparat keamanan saat kejadian," pungkas Ignatius.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ironi Pilkada 2024, 9 Kepala Daerah Terjerat Korupsi hingga Maret 2026

Ironi Pilkada 2024, 9 Kepala Daerah Terjerat Korupsi hingga Maret 2026

NASIONAL
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Private Jet KPU Rp 90 Miliar

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Private Jet KPU Rp 90 Miliar

NASIONAL
Bukan Foya-foya! KPU Jelaskan Alasan Gunakan Jet di Pemilu 2024

Bukan Foya-foya! KPU Jelaskan Alasan Gunakan Jet di Pemilu 2024

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon