Molornya Penetapan Jadwal Pemilu 2024 Berpotensi Mengulang Tragedi 2019
Senin, 3 Januari 2022 | 13:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Molornya penetapan jadwal Pemilu 2024 oleh pemerintah berpotensi akan semakin menambah beban kerja para penyelenggara. Bahkan, bukan tidak mungkin tragedi yang terjadi di 2019 lalu, di mana 894 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia akibat beban kerja yang berlebih.
"Jika persiapan terlalu mepet, maka tragedi meninggalnya 894 orang petugas KPPS yang terjadi di Pemilu 2019 lalu, bisa terulang lagi," ujar Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina A. Khoirul Umam saat dihubungi, Senin (3/1/2022).
Umam juga mengingatkan soal bahaya penyebaran Covid-19 yang dia pandang sulit untuk diprediksi di waktu mendatang. Oleh sebab itu, dia menegaskan jadwal mengenai rangkaian kegiatan kampanye hingga hari H pemilu harus segera ditetapkan.
Baca Juga: Perludem Harap Jadwal Pelaksanaan Pemilu 2024 Segera Ditetapkan
Selain itu, Umam menganggap simulasi tahapan penyelenggaraan pemilu sebetulnya bisa dilakukan dengan mudah. Oleh sebab itu, dia menegaskan seharusnya tidak ada lagi hambatan untuk menetapkan jadwal Pemilu 2024.
Sejauh ini, Umam memandang waktu pelaksanaan Pemilu 2024 yang paling masuk akal adalah tanggal 21 Februari 2024. Waktu tersebut dipilih dengan pertimbangan agar beban kerja para penyelenggara Pemilu tetap proporsional dan tidak berlebihan.
"Karena itu, Tim Kerja Bersama yang terdiri dari KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Komisi II DPR, dan Kemendagri yang sudah bekerja sejak Maret 2021, harus segera menetapkan jadwal pelaksanaan Pemilu," tutur Umam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




