Pilkada 2024 Diprediksi Dongkrak Perekonomian, Sektor Riil dan Industri Kreatif Kebanjiran Order
Jumat, 6 September 2024 | 07:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal BPP Hipmi Anggawira menyatakan Pilkada 2024 akan memberikan dampak signifikan pada perekonomian, terutama bagi pelaku usaha di sektor riil. Menurutnya, aktivitas ekonomi yang terkait dengan Pilkada dapat mendorong pertumbuhan konsumsi di berbagai daerah.
"Pilkada akan berdampak langsung pada konsumsi. Banyak aktivitas ekonomi yang akan terjadi di daerah, dan ini tentunya akan berpengaruh pada peningkatan konsumsi serta pertumbuhan ekonomi," ujar Anggawira kepada Beritasatu.com, Kamis (5/9/2024).
Anggawira menjelaskan bahwa beberapa sektor usaha akan mendapatkan keuntungan besar selama pilkada, termasuk event organizer, pelaku usaha digital, dan industri kreatif.
"Sektor-sektor yang terkait dengan pilkada seperti event organizer karena akan banyak acara, sektor transportasi karena mobilitas meningkat, serta percetakan. Tren saat ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi semakin berperan penting, karena banyak kampanye dilakukan secara digital. Industri kreatif juga akan kebanjiran order, terutama dari rekan-rekan di daerah yang sudah mulai bergerak," jelas Anggawira.
Anggawira juga menyebut bahwa dampak positif pilkada dirasakan oleh anggota Hipmi di berbagai daerah, khususnya yang bergerak di sektor percetakan dan layanan pendukung lainnya.
"Para pengusaha di daerah, seperti di bidang percetakan, sudah mulai mendapatkan keuntungan dari proses kontestasi ini," tambahnya.
Lebih lanjut, Anggawira berpendapat bahwa Pilkada 2024 berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan asumsi bahwa setiap kabupaten/kota memiliki tiga pasang calon kepala daerah (cakada) yang masing-masing mengeluarkan anggaran hingga Rp 20 miliar, maka total perputaran uang di tingkat daerah bisa mencapai Rp 30 triliun.
Di tingkat provinsi, jika setiap provinsi memiliki dua pasang cakada yang masing-masing mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar, total konsumsi ekonomi di tingkat provinsi bisa mencapai Rp 6,8 triliun.
"Secara keseluruhan, perputaran uang selama pilkada bisa mencapai sekitar Rp 40 triliun, yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5%. Saya memperkirakan, konsumsi di kuartal keempat akan meningkat, dan ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi," pungkas Anggawira.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




