ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pilkada 2024 Diprediksi Dongkrak Perekonomian, Sektor Riil dan Industri Kreatif Kebanjiran Order

Jumat, 6 September 2024 | 07:00 WIB
MH
R
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: RZL
Ilustrasi Pilkada 2020.
Ilustrasi Pilkada 2020. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal BPP Hipmi Anggawira menyatakan Pilkada 2024 akan memberikan dampak signifikan pada perekonomian, terutama bagi pelaku usaha di sektor riil. Menurutnya, aktivitas ekonomi yang terkait dengan Pilkada dapat mendorong pertumbuhan konsumsi di berbagai daerah.

"Pilkada akan berdampak langsung pada konsumsi. Banyak aktivitas ekonomi yang akan terjadi di daerah, dan ini tentunya akan berpengaruh pada peningkatan konsumsi serta pertumbuhan ekonomi," ujar Anggawira kepada Beritasatu.com, Kamis (5/9/2024).

Anggawira menjelaskan bahwa beberapa sektor usaha akan mendapatkan keuntungan besar selama pilkada, termasuk event organizer, pelaku usaha digital, dan industri kreatif.

ADVERTISEMENT

"Sektor-sektor yang terkait dengan pilkada seperti event organizer karena akan banyak acara, sektor transportasi karena mobilitas meningkat, serta percetakan. Tren saat ini juga menunjukkan bahwa digitalisasi semakin berperan penting, karena banyak kampanye dilakukan secara digital. Industri kreatif juga akan kebanjiran order, terutama dari rekan-rekan di daerah yang sudah mulai bergerak," jelas Anggawira.

Anggawira juga menyebut bahwa dampak positif pilkada dirasakan oleh anggota Hipmi di berbagai daerah, khususnya yang bergerak di sektor percetakan dan layanan pendukung lainnya.

"Para pengusaha di daerah, seperti di bidang percetakan, sudah mulai mendapatkan keuntungan dari proses kontestasi ini," tambahnya.

Lebih lanjut, Anggawira berpendapat bahwa Pilkada 2024 berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan asumsi bahwa setiap kabupaten/kota memiliki tiga pasang calon kepala daerah (cakada) yang masing-masing mengeluarkan anggaran hingga Rp 20 miliar, maka total perputaran uang di tingkat daerah bisa mencapai Rp 30 triliun.

Di tingkat provinsi, jika setiap provinsi memiliki dua pasang cakada yang masing-masing mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar, total konsumsi ekonomi di tingkat provinsi bisa mencapai Rp 6,8 triliun.

"Secara keseluruhan, perputaran uang selama pilkada bisa mencapai sekitar Rp 40 triliun, yang berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5%. Saya memperkirakan, konsumsi di kuartal keempat akan meningkat, dan ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi," pungkas Anggawira.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ironi Pilkada 2024, 9 Kepala Daerah Terjerat Korupsi hingga Maret 2026

Ironi Pilkada 2024, 9 Kepala Daerah Terjerat Korupsi hingga Maret 2026

NASIONAL
KPK Dalami Peran Tim 8 Sudewo sejak Pilkada 2024

KPK Dalami Peran Tim 8 Sudewo sejak Pilkada 2024

NASIONAL
7 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK meski Belum Setahun Menjabat

7 Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK meski Belum Setahun Menjabat

NASIONAL
Ini 4 Provinsi Paling Tinggi Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024

Ini 4 Provinsi Paling Tinggi Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024

NASIONAL
KPU Tetapkan Nanda-Anton sebagai Bupati dan Wabup Pesawaran Terpilih

KPU Tetapkan Nanda-Anton sebagai Bupati dan Wabup Pesawaran Terpilih

NASIONAL
Honor PPS Mandek, Kejari Sigi Usut Dugaan Korupsi Dana Pilkada

Honor PPS Mandek, Kejari Sigi Usut Dugaan Korupsi Dana Pilkada

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon