ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menguji Kelanjutan Diplomasi Garuda

Jumat, 18 Juli 2025 | 16:17 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Penumpukan peti kemas di PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/7/2025).
Penumpukan peti kemas di PT Terminal Petikemas Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/7/2025). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya menurunkan tarif impor terhadap produk Indonesia dari 32% menjadi 19% setelah melewati negosiasi panjang. Kebijakan yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2025 ini menjadi angin segar sekaligus tantangan baru bagi Indonesia, khususnya di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.

Indonesia menjadi negara yang paling rendah terkena tarif impor Trump di ASEAN, bahkan Asia. Bandingkan saja dengan Myanmar dan Laos sebesar 40%, Thailand dan Kamboja 36%, China 30%, Singapura dan Brunei Darussalam 25%, lalu Vietnam, Filipina, serta Malaysia 20%.

Diplomasi Garuda

Keberhasilan Indonesia mendapatkan tarif lebih rendah tak terlepas dari “diplomasi Garuda” yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Begitu Donald Trump mengumumkan penerapan tarif impor baru untuk berbagai negara, termasuk Indonesia pada April 2025, Prabowo langsung mengirim tim negosiasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Washington DC.

Lewat negosiasi panjang selama 3 bulan, akhirnya Trump bersedia menurunkan tarif impor menjadi 19% dengan beberapa kesepakatan. Di antaranya, Indonesia berkomitmen membeli komoditas energi AS senilai US$ 15 miliar, produk pertanian AS US$ 4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing yang kebanyakan jenis Boeing 777. Selain itu, produk AS bebas masuk Indonesia tanpa bea.

ADVERTISEMENT

Donald Trump melalui platform media sosial Truth mengumumkan langsung hasil negosiasi dagang AS dengan Pemerintah Indonesia. ”Kesepakatan hebat, untuk semua orang, baru saja dibuat dengan Indonesia. Saya berunding langsung dengan presiden mereka yang sangat dihormati,” tulisnya.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan dalam negosiasi, Indonesia siap membeli 50 pesawat Boeing untuk membesarkan maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Kemudian mengimpor gandum, kedelai, hingga bahan bakar minyak dari AS, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Prabowo mengatakan negosiasi dengan AS berlangsung alot. Meski mengakui ada tantangan fiskal, termasuk potensi membengkaknya defisit APBN, ia meyakini ekonomi Indonesia akan tetap kuat.

"Saya sangat optimistis ekonomi kita dalam kondisi yang kuat. Kondisinya bagus. Jadi apa pun terjadi, kita akan kuat,” kata Prabowo setelah mendarat dari lawatan lawatan luar negeri di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (16/7/2025).

Presiden Prabowo Subianto didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya saat memberikan keterangan pers ke awak media. - (BPMI Setpres/Ist)
Presiden Prabowo Subianto didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya saat memberikan keterangan pers ke awak media. - (BPMI Setpres/Ist)

Menurutnya, pemerintah sudah menghitung segala risiko dan tantangan. Baginya, hal paling penting ialah melindungi rakyat dan pekerja di dalam negeri dari ancaman kehilangan pekerjaan. Indonesia akan terus bernegosiasi dengan AS untuk menjaga kesimbangan dagang dan berharap tarif impor 19% bisa diturunkan lagi.

"Hubungan dagang itu tidak pernah final. Kita akan terus bernegosiasi,” ujar Prabowo.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Donald Trump jarang bernegosiasi dengan dengan seorang kepala negara, tetapi dengan Presiden Prabowo adalah keharusan. Menurut Teddy hal ini menjadi bukti kecakapan Prabowo dalam bernegosiasi dan kepiawaian seorang pemimpin.

“Dengan pengalamannya, Presiden Prabowo mengupayakan negosiasi secara langsung dengan pemimpin tertinggi negara atau organisasi dunia. Di tengah dunia yang sedang bergejolak, 4 hari lalu telah dicapai kesepakatan pengurangan tarif 0% dengan Uni Eropa (27 negara). Hari ini berhasil dicapai kesepakatan pengurangan tarif secara signifikan dari 32% menjadi 19% dengan Amerika Serikat (salah satu yang terendah di Asia),” kata Teddy dikutip dari unggahan akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Kamis (17/7/2025).

Teddy menyampaikan Prabowo saat masih berada di Eropa berbicara langsung dengan Trump melalui telepon selama 17 menit pada Selasa (15/7/2025) malam. Keduanya membahas sejumlah isu hingga mencapai kesepakatan penurunan tarif impor AS.

"Presiden Prabowo sendiri secara langsung melakukan negosiasi penurunan tarif dengan Presiden Donald Trump yang adalah seorang negosiator tangguh,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tim negosiasi yang dipimpinnya telah mengajukan berbagai penawaran kepada pihak AS. Salah satu fokus utama adalah kontribusi Indonesia dalam skema investasi yang substansial. Secara total, nilai investasi yang ditawarkan Indonesia dalam negosiasi mencapai sekitar US$ 34 miliar.

Peluang Genjot Ekspor

Indonesia kini memiliki peluang besar untuk menggenjot ekspor ke AS serta Eropa, setelah turunnya tarif impor Trump 19% dan tercapainya kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Sebagai anggota baru, Indonesia juga bisa memasarkan produk domestiknya ke negara-negara BRICS yang menguasai 40% ekonomi global.

Pemerintah Indonesia bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan tarif impor dengan sejumlah kesepakatan dagang. Kesepakatan itu membuat tarif impor Indonesia menjadi yang terendah di antara negara ASEAN. - (Antara/Antara)
Pemerintah Indonesia bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menurunkan tarif impor dengan sejumlah kesepakatan dagang. Kesepakatan itu membuat tarif impor Indonesia menjadi yang terendah di antara negara ASEAN. - (Antara/Antara)

AS masih menjadi salah satu pasar utama ekspor Indonesia. Produk domestik RI paling banyak dikirim ke negara adikuasa itu, di antaranya pakaian jadi dan aksesori, mesin, perlengkapan elektrik, peralatan mekanik, alas kaki, perabotan, alat penerangan, ikan, udang, kakao dan produk olahannya, bahan bakar mineral, bahan kimia organik, buah yang mengandung minyak, bubur kertas, kayu, produk susu, unggas, hingga telur. 

Ketua Umum Kadin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie meyakini dalam 5 tahun ke depan, ekspor Indonesia ke AS bisa meningkat hingga dua kali lipat. “Kalau saya lihat, perdagangan yang tadinya US$ 40 miliar, dalam 5 tahun bisa mencapai US$ 80 miliar. Kita mesti lihat bukan hanya untungnya buat mereka, tetapi apa untungnya buat kita,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diplomasi Garuda Jadi Bukti Negosiasi Terbaik bagi Ekonomi Indonesia

Diplomasi Garuda Jadi Bukti Negosiasi Terbaik bagi Ekonomi Indonesia

EKONOMI
Keputusan Cepat Prabowo Selamatkan Siklus Ekspor RI

Keputusan Cepat Prabowo Selamatkan Siklus Ekspor RI

EKONOMI
Menko Airlangga Jelaskan Keuntungan Tarif Trump Turun ke 19 Persen

Menko Airlangga Jelaskan Keuntungan Tarif Trump Turun ke 19 Persen

EKONOMI
Menko Airlangga Sebut Tarif Trump Bisa Dinego 5 Tahun Lagi

Menko Airlangga Sebut Tarif Trump Bisa Dinego 5 Tahun Lagi

EKONOMI
Airlangga Ungkap Sederet Angin Segar Berkat Diplomasi Ekonomi Prabowo

Airlangga Ungkap Sederet Angin Segar Berkat Diplomasi Ekonomi Prabowo

EKONOMI
Diplomasi Garuda: Strategi RI Beli Barang AS, Bangun di Tanah Air

Diplomasi Garuda: Strategi RI Beli Barang AS, Bangun di Tanah Air

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT