ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengenal Budaya Masyarakat Betawi Pesisir di Museum Rumah si Pitung

Minggu, 20 Juli 2025 | 05:06 WIB
AC
SM
Penulis: Agnes Valentina Christa | Editor: SMR
Pameran budaya Betawi bertajuk “Serambi Pesisir” berlangsung di Museum Rumah Si Pitung, Jalan Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (19/7/2025).
Pameran budaya Betawi bertajuk “Serambi Pesisir” berlangsung di Museum Rumah Si Pitung, Jalan Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (19/7/2025). (Beritasatu.com/Agnes Valentina Christa)

Jakarta, Beritasatu.com – Pameran budaya Betawi bertajuk “Serambi Pesisir” berlangsung di Museum Rumah Si Pitung, Jalan Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (19/7/2025). Pameran ini mengajak pengunjung berwisata sekaligus mengenal sejarah masyarakat Betawi pesisir.

Di pintu masuk, dua boneka ondel-ondel khas Betawi menyambut pengunjung. Ondel-ondel berwajah merah untuk laki-laki dan putih untuk perempuan. Selanjutnya, pengunjung dapat melihat peta penyebaran Kampung Betawi dan sejarah masyarakat Betawi pesisir. Foto-foto kehidupan di pemukiman pesisir juga dipamerkan.

Betawi merupakan etnik hasil peleburan ragam budaya di pesisir utara Jawa, khususnya Jakarta. Label Betawi muncul pada 1815 dan 1893. 

ADVERTISEMENT

Kayu akasia gulin Betawi juga dikenal sebagai bahan gagang keris dan pisau.

Karena berada di daerah pesisir, pameran ini menampilkan lukisan dan foto sejarah masyarakat Betawi yang sebagian besar berprofesi nelayan. 

Pada era kolonial, pesisir berfungsi sebagai pelabuhan dan tempat perahu nelayan berlayar. Alat penangkap ikan tradisional masyarakat Betawi juga dipamerkan.

Replika perahu nelayan dapat dilihat di lokasi. Setiap pemilik perahu biasa mengadakan upacara melepas perahu dan sedekah laut. Upacara ini menjadi persembahan kepada penguasa laut.

Berbagai kain batik dan pakaian tradisional Betawi juga dipamerkan. Pakaian perempuan terlihat anggun dan sopan, lengkap dengan kerudung dan kain batik. Pakaian laki-laki identik dengan peci dan baju sadariah, mirip baju koko namun polos tanpa motif.

Pameran menampilkan peralatan masak tradisional seperti tampah, gayung siwur, kendi, kipas kayu, dan centong kayu. Permainan tradisional seperti congklak, gasing kayu, dan dapat ikan juga dipertunjukkan.

Pameran ini bertujuan menghubungkan masyarakat dengan sejarah budaya Betawi Pesisir di tengah perubahan lingkungan yang semakin modern. Pameran akan berlangsung hingga Oktober 2025.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pramono Sebut Budaya Betawi Fondasi Transformasi Jakarta Masa Depan

Pramono Sebut Budaya Betawi Fondasi Transformasi Jakarta Masa Depan

JAKARTA
Setahun Pramono-Rano: Budaya Betawi Makin Kuat

Setahun Pramono-Rano: Budaya Betawi Makin Kuat

JAKARTA
Pramono Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Betawi

Pramono Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Betawi

JAKARTA
Majelis Kaum Betawi Usul Segera Revisi Perda Pelestarian Budaya Betawi

Majelis Kaum Betawi Usul Segera Revisi Perda Pelestarian Budaya Betawi

JAKARTA
Perebutkan Trofi Gubernur DKI, Pesilat Betawi Unjuk Gigi di TMII

Perebutkan Trofi Gubernur DKI, Pesilat Betawi Unjuk Gigi di TMII

JAKARTA
Pramono Buka Jak-Japan Matsuri, Simbol Persahabatan Jakarta dan Jepang

Pramono Buka Jak-Japan Matsuri, Simbol Persahabatan Jakarta dan Jepang

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT