Gubernur Pramono Tak Larang Pendatang ke Jakarta untuk Cari Kerja
Sabtu, 7 Maret 2026 | 15:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan kesempatan kerja di Jakarta masih terbuka bagi masyarakat luas, termasuk para pendatang, meskipun kondisi ekonomi global saat ini masih dipenuhi ketidakpastian.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jakarta tidak berencana membatasi kedatangan pendatang setelah perayaan Idulfitri.
“Ruang untuk bekerja di Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja. Namun, dalam kondisi dunia seperti sekarang, ketika konflik terjadi di berbagai wilayah, kita juga harus bersikap realistis,” kata Pramono seusai membuka Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026) dikutip dari Antara.
Ia menegaskan Pemprov Jakarta tidak akan memberlakukan operasi yustisi maupun penyaringan khusus terhadap pendatang yang datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.
“Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun karena itu saya tidak akan memerintahkan adanya operasi yustisi ataupun penyaringan khusus,” ujarnya.
Meski peluang kerja masih tersedia, Pramono mengingatkan masyarakat agar tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang saat ini dipengaruhi berbagai dinamika geopolitik.
Ia mencontohkan sejumlah konflik internasional, seperti perang antara Rusia dan Ukraina serta ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Menurutnya, situasi tersebut dapat berdampak pada kondisi ekonomi global, termasuk peluang kerja di berbagai negara.
“Kondisi dunia seperti ini menuntut kita untuk lebih berhati-hati dalam melihat peluang ekonomi,” kata Pramono.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta menunjukkan jumlah angkatan kerja di Jakarta berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2025 mencapai 5.470.000 orang. Angka tersebut meningkat sekitar 41.620 orang dibandingkan periode yang sama pada Februari 2024.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan sebesar 0,23% poin. Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 5.140.000 orang, meningkat sekitar 30.820 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah aktivitas jasa lainnya dengan tambahan sekitar 4.420 pekerja.
Namun demikian, jumlah pekerja di sektor formal tercatat sebanyak 3.190.000 orang atau sekitar 62,05% dari total pekerja, turun sebesar 1,89% poin dibandingkan Februari 2024.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2025 tercatat sebesar 6,18%, meningkat sekitar 0,15% poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




