Erick Thohir Sebut Kinerja BUMN Karya Moncer Sepanjang 2022
Senin, 13 Februari 2023 | 15:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, perusahaan BUMN di sektor jasa infrastruktur seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) telah menunjukkan pemulihan sepanjang tahun 2022.
Hanya saja, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) saat ini masih dalam proses restrukturisasi dan PT Hutama Karya (Persero) Tbk masih berkutat menuntaskan proyek penugasan tahun lalu. Kementerian BUMN bakal melakukan restrukturisasi ulang PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) untuk memulihkan kinerja keuangan perseroan.
"Jadi, Adhi Karya, Wijaya Karya, PTPP sehat, Brantas Abipraya sehat, Jasa Marga sehat di atas Rp 2 triliun, Semen Indonesia juga sehat di atas Rp 2 triliun. Yang masih proses restrukturisasi ini Waskita," ucap Erick Thohir dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR , Senin (13/2/2023).
Erick Thohir menambahkan, kinerja perusahaan BUMN karya terbilang sangat baik sepanjang 2022. Berdasarkan laporan yang belum diaudit atau unaudited, laba konsolidasi BUMN mencapai Rp 303,7 triliun pada 2022 atau melonjak Rp 179 triliun dari 2021 yang sebesar Rp 125 triliun.
Sementara, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, Waskita merupakan salah satu emiten BUMN di portofolionya yang masih perlu mendapatkan perhatian di tengah proses pemulihan beberapa BUMN seperti Aviata dan airport.
"Khusus bagi Waskita, Kementerian BUMN akan melakukan restrukturisasi ulang terhadap Waskita akibat terbatasnya pendanaan perseroan," kata pria yang akrab dipanggil Tiko itu.
Menurut Tiko, keterbatasan likuiditas itu sebagai imbas dari belum rampungnya beberapa proyek jalan tol garapan perseroan seperti Tol Kayu Agung-Pelambang Betung, Bogor-Ciawi-Sukabumi, dan Tol Bekasi-Cawang- Kampung Melayu (Becakayu).
Dampaknya, perseroan menghadapi kesulitan untuk mengembangkan bisnis baru. Atas pertimbangan tersebut, Tiko pun menegaskan, Kementerian BUMN akan melakukan restrukturisasi ulang bukan hanya dari sisi pinjaman perbankan, tetapi juga obligasi perseroan.
"Jadi, mungkin bapak-ibu akan melihat berita mengenai Waskita sebulan ke depan kurang menyenangkan. Tapi, kami sedang effort untuk bisa maksimal renegosiasi dan mungkin bila nanti ada ruang untuk penambahan PMN di tahun ini, kami mungkin akan mengutamakan Waskita dan Hutama Karya," tandas Tiko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




