2022, GoTo Buka 1,7 Juta Lapangan Kerja dan Entaskan 25.000 Warga Miskin
Rabu, 29 Maret 2023 | 16:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mencatat, ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mampu meningkatkan kesempatan kerja masyarakat.
Berdasarkan penelitian, secara keseluruhan aktivitas bisnis GOTO melalui mitra UMKM telah menambah kesempatan kerja bagi 1,1-1,7 juta jiwa di angkatan kerja, setara 0,8%-1,2% dari total penduduk bekerja periode 2022 yang mencapai 135 juta. Penambahan ini di luar belasan jutaan mitra yang sudah berada di ekosistem GOTO.
"Kehadiran ekosistem GoTo Group juga berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0,317% poin secara rata-rata di kabupaten/kota di mana platform Gojek dan Tokopedia koeksis," jelas Peneliti LPEM FEB UI Prani Sastiono di Kantor GoTo Gedung Pasaraya, Blok M, Jakarta, Rabu (29/3/2023).
Jika diakumulasi ke tingkat nasional, ukuran dampak oleh koeksistensi GoTo setara dengan mengeluarkan 24.666 orang dari kemiskinan atau 1% dari total pengurangan jumlah penduduk miskin sepanjang 2015-2022.
Selanjutnya, peluang pekerjaan yang ditawarkan ekosistem GoTo Group dinilai dapat berkontribusi menurunkan kesenjangan pendapatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2022 menunjukkan, koefisien gini Indonesia adalah 0,381. Angka 0 menunjukkan tidak adanya kesenjangan pendapatan sementara angka 1 mengindikasikan kesenjangan pendapatan yang absolut.
Kehadiran GoTo diasosiasikan dengan penurunan koefisien gini sebesar 4,43% rata-rata di kabupaten/kota, tempat Gojek dan Tokopedia hadir.
LPEM FEB UI kemudian menemukan korelasi dari durasi kehadiran GoTo di kota atau kabupaten tertentu dengan tingginya dampak ekonomi positif di daerah tersebut.
"Dengan kata lain, semakin lama GoTo hadir di kabupaten atau kota tersebut, semakin cepat pula penurunan tingkat kemiskinan dan penurunan kesenjangan pendapatan dibandingkan di daerah di mana GoTo tidak ada," kata Kepala LPEM FEB UI Chaikal Nuryakin.
LPEM melakukan kajian terhadap GoTo karena menilai platform digital berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian selama pandemi. Menurut Chaikal, GoTo merupakan studi kasus yang menarik karena perusahaan ini merupakan ekosistem digital terbesar di Indonesia dengan jutaan mitra pengendara dan UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia
"Penggunaannya sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia," imbuhnya.
Untuk studi ini, peneliti LPEM FEB UI menjadikan seluruh transaksi GoTo yang berasal dari survei sebagai sumber data utama dalam membentuk nilai shock atau stimulus untuk model perhitungan dampak ekonomi. Penelitian dengan metode Input-Output ini juga menyertakan data transaksi Tokopedia dan mitra UMKM Gojek lainnya, seperti GoFood dan GoMart sebagai bahan.
"Sementara, dampak GoTo terhadap tingkat kemiskinan dan kesenjangan di tingkat Kabupaten/Kota dilakukan dengan metode difference in differences with staggered design menggunakan data sekunder," jelas Chaikal.
LPEM FEB UI menggunakan dua skenario bisnis dalam penelitian ini, yaitu skenario optimistis dan skenario pesimis. Pada skenario optimistis, pendapatan dari mitra pengemudi dan UMKM dari kota lain dianggap sama dengan pendapatan mitra pengemudi dan UMKM di delapan kota besar dari hasil survei.
Sedangkan pada skenario pesimis, pendapatan dari mitra pengendara dan UMKM dari kota lain dianggap lebih rendah dari pendapatan mitra pengendara dan UMKM di delapan kota besar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




