Komoditas Ini Jadi Biang Keladi Inflasi
Senin, 6 November 2023 | 18:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan sejumlah komoditas yang berkontribusi paling besar terhadap inflasi volatile food, utamanya beras dan cabai. Khusus cabai, dalam sepekan terakhir ini harga cabai rawit merah bahkan sudah menyentuh angka Rp 100.000 per kilogram.
"Inflasi di Indonesia cenderung muncul disebabkan oleh volatile food, terutama beras dan cabai," ujar Sri Mulyani dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi 2023 secara daring, Senin (6/11/2023).
Selain beras dan cabai, Sri Mulyani mengatakan kenaikan harga gula pasir juga berperan dalam menyumbang angka inflasi.
"Jadi tiga penyumbang inflasi terbesar adalah beras, cabai, dan gula pasir," jelasnya.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti juga melaporkan, beras dan cabai merupakan komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Oktober 2023.
"Dalam komponen volatile food ini, inflasi beras mencapai 1,72% secara bulan ke bulan (month to month/mtm) dan berkontribusi sebesar 0,06% dari total inflasi sebesar 0,17%," ungkapnya.
Komoditas penyumbang inflasi lainnya adalah cabai rawit dengan inflasinya 19,59% dan andil 0,03%. Kemudian, cabai merah inflasinya 3,98% dengan andil 0,01%.
"Jadi tiga komoditas yang masuk dalam volatile food (beras, cabai rawit dan cabai merah) yang cukup besar (inflasinya)," kata Amalia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




