ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siapkan Capex Rp 3,8 T, TBS Energi Fokus pada Motor Listrik dan Pengolahan Sampah 

Jumat, 8 Desember 2023 | 12:54 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
Electrum meresmikan pembangunan pabrik motor listrik di Cikarang, Jumat 23 Juni 2023
Electrum meresmikan pembangunan pabrik motor listrik di Cikarang, Jumat 23 Juni 2023 (Beritasatu.com/Zsazya Senorita)

Jakarta, Beritasatu.com- PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), emitren  perusahaan energi terintegrasi, menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar di US$ 200-US$ 250 juta (Rp 3,01 triliun- Rp 3,8 triliun) pada 2024. Capex sebagian untuk mengembangkan lini bisnis energi baru terbarukan (EBT), seperti motor listrik dan pengolahan sampah.

Direktur PT TBS Energi Utama, Juli Oktarina mengatakan, capex akan dibiayai kombinasi pinjaman bank, kas internal, rights issue, hingga penerbitan obligasi.  “Kami perusahaan terbuka jadi kami memiliki beberapa opsi untuk penggalangan dana, kita lihat yang paling efektif buat kita,” jelasnya saat paparan publik PT TBS Energi Utama, di Jakarta, Kamis (7/12/23) dikutip Investor Daily.

Ia menambahkan, capex itu nantinya akan digunakan untuk membiayai bisnis perseroan pada bidang EBT, yakni motor listrik Electrum dan pengolahan limbah melalui PT Solusi Bersih TBS (SBT) yang merupakan subholding bisnis pengolahan sampah. Sebelumnya, Solusi Bersih TBS mengakuisisi ARAH Environmental, salah satu pemain utama sektor pengolahan limbah medis, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), limbah domestik, dan limbah elektronik. 

ADVERTISEMENT

Langkah strategis ini mengikuti akuisisi sebelumnya atas Asia Medical Enviro Services (AMES) perusahaan berbasis di Singapura pada Agustus 2023. PT SBT memiliki visi untuk berkembang menjadi pemimpin di industri pengolahan sampah terintegrasi di skala regional, khususnya di Asia Tenggara. 

“Penggunaan capex sebagian besar untuk bisnis kami di EBT, alokasinya nanti 30% untuk Electrum, 30% untuk pengolahan sampah, 40% untuk batu bara,” ujar dia.

Soal komposisi pendapatanya, Juli mengatakan, bisnis batu bara masih jadi penopang utama. “Trading batu bara dan pembangkit listrik tenaga batu bara memberikan kontribusi stabil,” kata dia.

Soal target pendapatan, perusahaan tidak memberikan angka pasti. Namun Juli menegaskan perkiraan untuk pendapatan dan laba pada akhir tahun 2024 pada kisaran double digit.

Buka Peluang IPO
SVP Corporate Secretary & Investor Relations TBS Energi Utama, Nafi Sentausa mengatakan, perseroan selalu mempertimbangkan semua opsi untuk memajukan perusahaan. Salah satunya membawa Electrum menjadi perusahaan terbuka. “Namun belum akan direalisasikan dalam waktu dekat karena fokus kami bagaimana produk bakal diterima dengan baik oleh pasar,” tuturnya.

Ia menyampaikan Electrum selalu berhati-hati dalam menentukan langkah ke depan. Ini menjadi jawaban dari pesatnya persaingan Electrum dengan produsen motor listrik lainya yang sudah membuka showroom, pabrik, dan meluncurkan produk terbarunya.

Sementara menilik laporan keuangan, hingga kuartal III 2023, TBS Energi  berhasil mengantongi laba bersih sebesar US$ 19 juta atau setara dengan Rp 294,5 miliar dan pendapatan sebanyak US$ 370 juta, mengalami koreksi 21% dari periode yang sama pada tahun lalu US$ 469,13 juta. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

TOBA Percepat Transformasi Hijau, Bisnis Limbah Jadi Andalan

TOBA Percepat Transformasi Hijau, Bisnis Limbah Jadi Andalan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon