ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPS Ungkap 5 Tahun Terakhir Inflasi Selalu Terjadi Setiap Januari

Kamis, 1 Februari 2024 | 13:44 WIB
MS
AD
Penulis: Monique Handa Shafira | Editor: AD
Pedagang bahan pangan di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya.
Pedagang bahan pangan di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya. (Beritasatu.com/Agung Dharma Putra)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara historis perkembangan inflasi selama lima tahun terakhir selalu terjadi di bulan Januari. Komoditas utama penyebab inflasi Januari didominasi oleh beberapa komoditas pangan yang bergejolak.

“Historis perkembangan inflasi selama lima tahun terakhir selalu terjadi inflasi di bulan Januari. Komoditas utama penyebab inflasi Januari memang didominasi oleh beberapa komoditas pangan bergejolak,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/2/2024).

Kendati demikian, Amalia melanjutkan, inflasi secara umum dapat diredam oleh beberapa komoditas yang mengalami deflasi cukup dalam. Mulai dari cabai rawit, cabai merah, serta tarif angkutan udara.

Diketahui, inflasi Januari 2024 secara tahunan atau year-on-year (yoy) mencapai 2,57% dan secara bulanan atau month-to-month (mtm) mencapai 0,04%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi Desember 2023 yoy mencapai 2,61% dan mtm 0,41%.

ADVERTISEMENT

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan penyumbang inflasi tertinggi secara yoy adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,63%. Lalu, diikuti penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,22%, perawatan pribadi, dan jasa lainnya sebesar 0,19%.

“Penyumbang inflasi terbesar pada Januari 2024 berdasarkan kelompok pengeluaran adalah makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,18% mtm dengan andil 0,05%,” pungkas Amalia.

Ada pun komoditas penyumbang utama andil inflasi secara mtm adalah tomat sebesar 0,09%, bawang merah 0,04%, beras 0,03%, ikan segar dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,02% secara mtm.

Sedangkan secara yoy adalah beras sebesar 0,56%, sigaret kretek mesin sebesar 0,17%, bawang putih dan tomat masing-masing sebesar 0,12%, dan cabai merah sebesar 0,10%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon