ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indef Ramal Pertumbuhan Ekonomi 2024 Hanya 4,8%

Kamis, 14 Maret 2024 | 14:50 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Ilustrasi gedung perkantoran.
Ilustrasi gedung perkantoran. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2024 hanya akan mencapai 4,8%. Angka ini berada di bawah target pemerintah yang sebesar 5,2%.

“Dengan melihat kondisi global dan domestik bukannya pesimis, tetapi realistis untuk pertumbuhan ekonomi pada 2024. Indef memprediksi hanya sekitar 4,8%,” ucap Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti di Jakarta pada Kamis (14/3/2024).

Selama ini pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh komponen konsumsi rumah tangga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jika dilihat menurut komponen pengeluaran, maka penyumbang utama pertumbuhan ekonomi 2023 dari komponen pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga 58,83% yang tumbuh 4,82%.

ADVERTISEMENT

“Padahal kalau kita bicara teori ekonomi maka komponen dari pertumbuhan ekonomi tidak hanya konsumsi rumah tangga, tetapi ada investasi, Kemudian belanja pemerintah, ekspor, dan impor. Namun, yang dominan hanya konsumsi rumah tangga,” kata Esther.

Dia mengatakan dari sisi konsumsi rumah tangga, pada 2024 ini terjadi kekurangan pasokan bahan pangan. Pada saat yang sama, impor juga belum sepenuhnya dan produksi beras belum panen raya. Hal-hal tersebut mendorong peningkatan lonjakan permintaan bahan pangan, khususnya sebelum pemilu. Imbasnya terjadi kenaikan harga, apalagi pasokan berkurang saat permintaan meningkat ditambah ada faktor musiman seperti pemilu, Ramadan, dan Lebaran.

“Jadi ini akan menggerus daya beli konsumen dan membuat konsumsi melambat. Akhirnya karena 53% pertumbuhan ekonomi didorong konsumsi rumah tangga, maka prediksi kami adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi,” tutur Esther.

Dalam kesempatan yang sama, VP Economic Research BCA Agus Salim Hardjodinoto memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 akan mencapai 5%. Namun, kondisi perekonomian masih akan menghadapi tantangan dan peluang untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di angka 5%.

“Kita berharap mungkin ada hal-hal menarik di tengah ketidakpastian yang sesuai target pemerintah,” terang Agus.

Salah satu tantangan yang dihadapi, yaitu menjaga laju konsumsi tetap di angka 5%. Apalagi pada kuartal I 2024 ada momentum pemilu, gelontoran bantuan sosial, mitigasi pangan serta adanya momentum Ramadan.

“Kalau kita bisa tingkatkan, sebenarnya ekonomi kita relatif lebih solid dan target pertumbuhan bisa tercapai walaupun faktor lainnya bisa terpengaruh juga,” tutur Agus. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pengusaha Wajib Catat Jadwal Penting Ini

MULTIMEDIA
Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

EKONOMI
Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

Apresiasi Global terhadap Ketangguhan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik

EKONOMI
BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

BGN Terapkan 'No Service No Pay' di Program Makan Bergizi Gratis

NASIONAL
Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

Studi Global: McDonald’s Indonesia Dongkrak Ekonomi Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon