Pengamat Sebut The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga jika Inflasi Dekati 2 Persen
Rabu, 11 September 2024 | 15:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Fixed Income and Money Market Fund Manager Sucorinvest Asset Management Gama Yuki menyampaikan, Bank Sentral Amerika (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan saat inflasi mendekati 2%.
Berdasarkan pengamatan Sucorinvest Asset Management, The Fed akan mulai melakukan penurunan suku bunga meskipun level inflasi belum menyentuh 2%.
“Kalau misalkan memang arah pergerakan inflasinya sudah perlahan menuju ke 2%, mereka akan mulai untuk melakukan pemangkasan suku bunga,” ujar Gama dalam Investor Market Today IDTV, Jakarta, Rabu (11/9/2024).
Lebih jauh, Gama menyoroti kemungkinan Bank Indonesia (BI) akan mengikuti jejak The Fed dalam memangkas suku bunga acuan atau BI rate. Kemungkinan itu tecermin dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berkisar di level Rp 15.400 dengan inflasi.
Selain itu, Gama perlu melihat bagaimana arah BI untuk melakukan penurunan BI rate. Apabila The Fed melakukan pemangkasan suku bunga antara 75 atau 100 bsp, BI berpotensi melakukan hal yang sama atau hanya sekali melakukan pemangkasan di 25 bsp.
“Jadi BI masih akan tetap menunggu kebijakan dari The Fed dahulu untuk melakukan penurunan suku bunga. Kemudian, baru BI akan menentukan kebijakan selanjutnya. Apakah BI akan menurunkan suku bunga atau tidak,” tandasnya.
Sebagai informasi, Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan bank sentral tidak akan menunggu hingga inflasi mencapai 2% untuk memangkas suku bunga. Hal itu diungkapkannya di Economic Club of Washington DC, Senin (15/7/2024) waktu setempat.
Baca Juga: Saham Asia Beragam Jelang Pidato Ketua The Fed Jerome Powell
Powell menjelaskan, kebijakan bank sentral bekerja dengan "jangka panjang dan bervariasi", sehingga The Fed tidak akan menunggu hingga target inflasi tercapai.
"Implikasinya adalah jika menunggu hingga inflasi benar-benar turun ke 2%, mungkin sudah terlambat, karena pengetatan yang dilakukan, atau tingkat pengetatan yang ada masih memiliki efek yang mungkin mendorong inflasi di bawah 2%," kata Powell dikutip dari CNBC International.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




