Seusai Libur Maulid Nabi Muhammad, Investor Wajib Perhatikan Sentimen Ini
Selasa, 17 September 2024 | 08:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perdagangan saham di Indonesia tutup pada Senin (16/9/2024) untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada perdagangan terakhir yang berlangsung Jumat (13/9/2024), indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 1,17% mencapai level 7.812.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG menunjukkan tren kenaikan seiring dengan investor yang menantikan pertemuan The Fed pada pekan ini.
Equity Analyst dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengungkapkan, selain pertemuan The Fed terkait arah suku bunga, ada beberapa sentimen lainnya yang menjadi perhatian pasar.
Pertama, peningkatan inflasi tahunan di China yang mencapai 0,6% year on year (yoy ) pada bulan lalu. Angka ini lebih tinggi dibandingkan data Juli 2024 yang sebesar 0,5%.
"Meskipun inflasi meningkat, angkanya masih di bawah konsensus pasar yang sebesar 0,7%, serta jauh dari target People's Bank of China (PBOC) yang berada di kisaran 2-3%," jelas Imam dalam analisisnya, dikutip Selasa (17/9/2024).
Kedua, pelaku pasar juga akan memantau data Indeks Kepercayaan Konsumen Indonesia yang meningkat menjadi 124,4 pada bulan lalu dari angka bulan sebelumnya sebesar 123,4.
Hampir semua sub-indeks menunjukkan peningkatan, yaitu ketersediaan lapangan kerja meningkat 0,5 poin menjadi 132,2, kondisi ekonomi saat ini meningkat 0,5 poin menjadi 114, prospek ekonomi meningkat 1,6 poin menjadi 134,9, ekspektasi pendapatan enam bulan ke depan meningkat 2,3 poin menjadi 140, dan ekspektasi pendapatan saat ini meningkat 1,5 poin menjadi 122,9. Sementara itu, data ketersediaan lapangan kerja dibandingkan 6 bulan lalu melemah 0,1 poin menjadi 107,6.
Namun, perhatian global saat ini lebih terfokus pada data inflasi Amerika Serikat Agustus 2024 yang turun menjadi 2,5% yoy. Penurunan ini sejalan dengan target The Fed yang ingin menurunkan inflasi menjadi 2%.
Penurunan inflasi ini menjadi katalis positif bagi The Fed untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga. Rencana penurunan suku bunga acuan AS ini dianggap sebagai kabar baik bagi pasar Indonesia karena dapat membuka peluang bagi Bank Indonesia untuk mengambil langkah serupa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




