ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Sederet Keuntungan Indonesia Gabung OECD

Rabu, 30 Juli 2025 | 15:18 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Infografis pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Infografis pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Investor Daily)

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga kajian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebut inisiatif keanggotaan Indonesia dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) berpeluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.


Peneliti dan Analis Kebijakan CIPS Hasran mengatakan, keanggotaan Indonesia di OECD diharapkan dapat mengurangi hambatan nontarif, memperluas akses pasar dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar lingkungan dan keberlanjutan, yang merupakan kunci utama untuk memperluas akses pasar ke Eropa.


"Keanggotaan Indonesia dalam keanggotaan OECD sangat penting, namun dibutuhkan adanya penyesuaian regulasi nasional, termasuk di bidang perdagangan dan keberlanjutan," ujar Hasran dalam keterangan di Jakarta, Rabu (30/7/2025).

ADVERTISEMENT

Hasran menyampaikan berbagai penyesuaian, sebagai konsekuensi dari bergabungnya Indonesia ke OECD, merupakan bentuk adaptasi Indonesia dengan standar OECD. Hal ini juga memungkinkan Indonesia untuk mencapai kemajuan dengan praktik terbaik global, menarik investasi dan meningkatkan konsistensi regulasi di sektor utama.


Pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan akan meningkat sebesar 0,78% lebih tinggi dalam jangka pendek (2028-2030) dan 0,92% lebih tinggi dalam jangka menengah (2031-2035) dibandingkan skenario tanpa aksesinya ke OECD.


Negara-negara seperti Meksiko, Kosta Rika dan Kolombia telah menunjukkan keanggotaan mereka meningkatkan kualitas kebijakan dan kinerja ekonomi secara signifikan. Meksiko misalnya, sebelum bergabung dengan OECD menerima Foreign Direct Investment (FDI) sebesar US$ 4,3 miliar pada tahun 1992.

Namun, setelah resmi menjadi anggota OECD pada tahun 1994, FDI yang masuk ke negaranya meningkat menjadi US$ 11,6 miliar. Saat ini, ekspor Indonesia ke pasar OECD menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.


Selain itu, struktur ekspor masih didominasi oleh sektor-sektor ekstraktif, seperti energi dan mineral. Sementara sektor nonekstraktif, misalnya manufaktur, dengan produk seperti alas kaki dan tekstil justru stagnan dan belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.


Untuk memastikan melancarkan aksesi Indonesia sebagai anggota OECD, penelitian CIPS merekomendasikan beberapa hal, pertama reformasi regulasi. Reformasi regulasi dibutuhkan untuk menyelaraskan regulasi Indonesia dengan standar OECD.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menko Airlangga Kawal Aksesi OECD dan Percepat Ratifikasi Kerja Sama dengan Uni Eropa

Menko Airlangga Kawal Aksesi OECD dan Percepat Ratifikasi Kerja Sama dengan Uni Eropa

INTERNASIONAL
Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

EKONOMI
Jika Gabung OECD, Indonesia Tak Lantas Bersahabat dengan Israel

Jika Gabung OECD, Indonesia Tak Lantas Bersahabat dengan Israel

EKONOMI
Jika Jadi Anggota OECD, Standar Keuangan Indonesia Bakal Meningkat

Jika Jadi Anggota OECD, Standar Keuangan Indonesia Bakal Meningkat

EKONOMI
OJK: Standar Keuangan RI Akan Naik jika Resmi Jadi Anggota OECD

OJK: Standar Keuangan RI Akan Naik jika Resmi Jadi Anggota OECD

EKONOMI
Perangi Iklan Kerja Palsu ke Kamboja, Korsel Aktifkan Sensor Darurat

Perangi Iklan Kerja Palsu ke Kamboja, Korsel Aktifkan Sensor Darurat

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon