ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Prabowo Lakukan Reshuffle, Rupiah Tetap Menguat

Senin, 8 September 2025 | 17:55 WIB
IH
MK
Penulis: Indah Handayani | Editor: MBK
Ilustrasi uang rupiah
Ilustrasi uang rupiah (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com — Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melonjak tajam pada Senin (8/9/2025) di tengah reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Rupiah hari ini ditutup menguat 123 poin atau 0,75% ke Rp 16.309,5. Sementara itu, indeks dolar turun 0,16% menjadi 97,61. Sebelumnya, rupiah sempat ditutup melemah 9 poin atau 0,05% ke Rp 16.424,5 pada Kamis (4/9/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, laporan ketenagakerjaan AS terbaru menunjukkan perlambatan signifikan pada pertumbuhan lapangan kerja serta kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,3%.

“Hal itu memperkuat sentimen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan September, dengan peluang tipis untuk penurunan yang lebih substansial sebesar 50 basis poin,” kata Ibrahim, Senin (8/9/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Ibrahim, pasar kini menantikan rilis angka Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Kamis mendatang. Jika tren desinflasi berlanjut, hal ini akan memperkuat argumen untuk pemangkasan suku bunga dalam pertemuan The Fed pada 16–17 September.

Di sisi lain, Ibrahim juga menyoroti perkembangan geopolitik. Rusia melancarkan serangan udara terbesarnya dalam perang melawan Ukraina, membakar gedung pemerintahan utama di pusat kota Kyiv dan menewaskan sedikitnya empat orang, menurut pejabat Ukraina, Minggu (7/9/2025).

Sementara itu, Presiden Prabowo melantik sejumlah menteri baru dalam Kabinet Merah Putih. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi salah satu yang terkena reshuffle.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan, perombakan kabinet juga menyasar Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selain itu, Presiden juga membentuk satu kementerian baru yang langsung dilantik hari ini.

Sebagaimana diketahui, Sri Mulyani telah dua kali menjabat Menteri Keuangan. Pertama pada periode 2005–2010 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemudian kembali dipercaya sejak 2016 di era Presiden Joko Widodo.

Posisi Sri Mulyani kini digantikan oleh Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.801 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp 17.801 per Dolar AS

EKONOMI
Tekanan Belum Selesai, Rupiah Kembali Tembus Rp 17.800 Per Dolar AS

Tekanan Belum Selesai, Rupiah Kembali Tembus Rp 17.800 Per Dolar AS

EKONOMI
Pelemahan Rupiah Bisa Menguntungkan jika Investor Cermat Membaca Pasar

Pelemahan Rupiah Bisa Menguntungkan jika Investor Cermat Membaca Pasar

EKONOMI
BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Rupiah Masih Loyo

BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen, Rupiah Masih Loyo

EKONOMI
Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 17.862 Per Dolar AS Kamis Pagi

Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp 17.862 Per Dolar AS Kamis Pagi

EKONOMI
Rupiah Melemah ke Rp 17.748 Per Dolar AS Tunggu Keputusan The Fed

Rupiah Melemah ke Rp 17.748 Per Dolar AS Tunggu Keputusan The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon