Menteri ESDM Bahlil Sebut Target Lifting Minyak APBN 2025 Tercapai
Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa target lifting minyak nasional tahun 2025 sebesar 605.000 juta barel per hari akan tercapai.
Hal diungkap Bahlil pada perhelatan Investor Daily Summit (IDS) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (9/10/2025).
Ia kemudian memaparkan perjalanan panjang sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) di Indonesia. Sebelum krisis ekonomi 1998, produksi minyak nasional pernah mencapai lifting tertinggi sebesar 1,5 juta-1,6 juta barel per hari. Saat itu, Indonesia menjadi salah satu negara anggota OPEC yang disegani di dunia.
“Pertumbuhan ekonomi kala itu berada di kisaran 5%-7% dan sejarah mencatat bahwa 40% APBN Indonesia dibiayai dari sektor migas. Artinya, kontribusi sektor ESDM terhadap keuangan negara pernah sangat besar,” jelasnya.
Namun, setelah masa reformasi, kondisi berbalik. Lifting minyak yang sebelumnya mencapai 1,6 juta barel per hari terus menurun. Padahal, konsumsi nasional terus meningkat.
“Saat itu konsumsi minyak hanya sekitar 500.000 barel per hari, sehingga kita bisa mengekspor 1 juta barel per hari. Sekarang justru sebaliknya, kita harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari karena lifting kita pada 2024 hanya 580.000 barel per hari,” paparnya.
Bahlil menambahkan, sejak 2008 hingga 2024, target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN tidak pernah tercapai. Pada tahun lalu, target APBN 2024 sebesar 600.000-605.000 barel per hari pun belum terpenuhi.
“Namun, pada 2025, saya berjanji kepada bapak dan ibu semua bahwa target lifting minyak sebesar 605.000 barel per hari akan tercapai. Karena kini kita sudah masuk bulan Oktober, dan progresnya sudah sesuai dengan rencana,” tegasnya.
Bahlil mengakui bahwa meningkatkan produksi minyak bukan pekerjaan mudah.
“Ini bukan pekerjaan sedikit. Berbeda dengan sektor pangan, meskipun sulit, tetapi tidak sesulit menaikkan lifting minyak, karena eksplorasi saja membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




