Benahi Pembibitan, Mentan Amran Kucurkan Rp 20 triliun
Senin, 10 November 2025 | 15:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan pentingnya membangun ekosistem peternakan nasional yang kokoh dan berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, BUMN, dan peternak kecil.
Langkah tersebut dilakukan dengan mendorong sistem pembibitan nasional yang dikawal oleh BUMN sebagai penyangga utama kebutuhan bibit, dengan dukungan investasi hingga mencapai Rp 20 triliun.
Menurut Mentan Amran, penguatan sektor pembibitan oleh BUMN bukan untuk mengambil alih peran peternak rakyat, melainkan memastikan ketersediaan bibit unggul dan pakan yang terjamin bagi peternak kecil di seluruh Indonesia.
“Pembibitan harus di-back up oleh BUMN agar peternak kecil tidak kesulitan bibit dan pakan. Tetapi budi daya tetap dilakukan oleh peternak rakyat. Inilah ekosistem yang sehat, saling menopang,” ujar Mentan Amran di Jakarta usai upacara peringatan Hari Pahlawan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan strategi ini akan membangun rantai nilai yang kuat dari hulu ke hilir. Dengan pembibitan nasional yang kuat di bawah BUMN, kualitas genetik ternak dapat meningkat, produktivitas bertambah, dan risiko kekurangan pasokan dapat ditekan. Sementara itu, peternak kecil tetap menjadi tulang punggung budi daya, memastikan pemerataan ekonomi di pedesaan seluruh Indonesia.
“Kita ingin agar peternak kecil tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas. Pemerintah hadir untuk membangun ekosistem, bukan untuk menggantikan peran mereka,” tambah Mentan Amran.
Mentan juga mengungkapkan bahwa rencana investasi sebesar Rp 20 triliun diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pembibitan, pemeliharaan atau budi daya, serta industri pakan lokal. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun pusat pembibitan modern, laboratorium genetik, serta fasilitas distribusi bibit dan pakan yang terintegrasi dengan sistem logistik nasional.
Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa langkah besar ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia berdaulat pangan dan mandiri protein hewani berbasis pulau. Dengan sistem yang terintegrasi, Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada impor bakalan atau bibit unggul dari luar negeri.
“Kalau bibit dan pakan kita kuat, peternakan nasional pasti mandiri. Kuncinya ada pada kolaborasi antara negara, BUMN, dan rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menekankan agar peternak kecil di seluruh Indonesia tidak khawatir terhadap perubahan kebijakan yang tengah dijalankan pemerintah. Menurutnya, seluruh kebijakan ini dirancang untuk memperkuat posisi peternak rakyat sebagai pelaku utama.
“Peternak rakyat jangan khawatir. Justru sekarang saatnya peternak rakyat bangkit. Pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak sendirian. Kita siapkan dukungan bibit, pakan, teknologi, bahkan akses pembiayaan,” ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




