RDMP Balikpapan Bukti Keseriusan Pemerintah Wujudkan Swasembada Energi
Senin, 12 Januari 2026 | 19:14 WIB
Balikpapan, Beritasatu.com - Indonesia resmi mengakhiri penantian panjang selama 32 tahun dalam pengembangan infrastruktur energi nasional dengan diresmikannya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, proyek ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mewujudkan target swasembada energi.
"Jadi dalam sejarah bangsa pascaorde lama, cuma dua presiden yang meresmikan RDMP. Satu adalah Presiden Pak Soeharto terakhir tahun 1994, dan 32 tahun kemudian Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP pada 2026," ungkap Bahlil dalam seremoni peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).
Peresmian RDMP Balikpapan dinilai sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada butir kedua yang menekankan kemandirian energi nasional. Bahlil menegaskan, pemerintah akan terus mendorong sinergi lintas kementerian, BUMN seperti Pertamina, serta sektor swasta guna mempercepat pembangunan sistem energi yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga melaporkan kebangkitan produksi minyak nasional setelah satu dekade tidak mencapai target. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, lifting minyak Indonesia berhasil memenuhi bahkan melampaui target APBN.
"Bapak Presiden, sejak 10 tahun terakhir lifting kita enggak pernah tercapai. Baru pada 2025, lifting minyak kita mencapai bahkan melampaui target APBN sebesar 605.000 barel per day. Pada 2024, kita hanya mencapai 580.000 barel. Insyaallah pada 2026 ini akan kita tingkatkan lagi," kata Bahlil.
Peningkatan lifting minyak tersebut didorong oleh berbagai strategi, antara lain aktivasi sumur-sumur idle, penerapan teknologi terbaru di sumur-sumur tua, serta percepatan proses tender di lapangan minyak baru.
RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang milik PT Pertamina (Persero) yang mencakup sistem penerimaan minyak mentah, jaringan pipa transfer, hingga proses pengolahan berteknologi mutakhir. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak 2019 ini menjadi tulang punggung baru dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau setara Rp 123 triliun, proyek yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ini tercatat sebagai salah satu investasi terbesar BUMN. Peningkatan kapasitas pengolahan kilang dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari diharapkan mampu memenuhi sekitar seperempat kebutuhan BBM nasional secara mandiri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




