ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

LPS Dorong Penguatan Suplai Ekonomi Syariah

Rabu, 11 Februari 2026 | 17:03 WIB
TS
AD
Penulis: Theressia Sunday Silalahi | Editor: AD
Ketua LPS Anggito Abimanyu di Investor Daily Round Table
Ketua LPS Anggito Abimanyu di Investor Daily Round Table (Beritasatu/David)

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan perlunya penguatan dari sisi suplai produk, pembiayaan, serta dukungan regulasi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyampaikan, potensi ekonomi syariah Indonesia sangat besar. Namun, peluang tersebut harus diimbangi kesiapan industri dan kebijakan yang berpihak.

Menurut Anggito, ekonomi syariah merupakan bagian integral dari sistem ekonomi nasional dan menghadapi tiga tantangan utama dalam pengembangannya.

ADVERTISEMENT

Tantangan pertama berasal dari sisi permintaan (demand) yang tinggi, seiring dominasi jumlah penduduk Muslim di Indonesia. Kedua, dari sisi suplai, termasuk ketersediaan jasa keuangan syariah, produk halal, asuransi halal, serta instrumen keuangan berbasis syariah lainnya.

"Yang ketiga adalah mengenai institusinya, regulator,” ujarnya dalam Investor Daily Round Table (IDRT) di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, besarnya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan layanan syariah merupakan peluang strategis. Namun, kapasitas industri harus terus ditingkatkan agar mampu memenuhi pertumbuhan pasar tersebut.

Karena itu, LPS memandang penguatan suplai menjadi kunci, baik melalui peningkatan layanan jasa keuangan syariah, pengembangan produk halal, asuransi halal, maupun instrumen pendukung lainnya.

Selain aspek industri, peran kelembagaan dan regulator dinilai krusial. Kebijakan yang mendukung dan memberikan ruang ekspansi bagi pelaku usaha syariah dibutuhkan agar sektor ini berkembang lebih optimal.

"Saya kira kalau pertanyaannya bagaimana kita memajukan, demand-nya jelas tinggi, suplainya yang harus ditambah, dan pemerintah yang harus lebih berpihak, memberikan kesempatan semakin besar kepada tumbuhnya dari ekonomi syariah Indonesia," kata dia.

Dari sisi investasi, pemerintah mencatat Indonesia menempati peringkat pertama sebagai tujuan investasi terbesar di sektor industri halal dalam periode 2023-2024, dengan nilai mencapai US$ 1,6 miliar.

Secara total, lima negara dengan investasi halal terbesar, yakni Indonesia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Maroko, dan Malaysia mencatatkan nilai investasi sebesar US$ 5,8 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Nilai Transaksi Kurban Iduladha 2026 Diproyeksi Capai Rp 26 Triliun

Nilai Transaksi Kurban Iduladha 2026 Diproyeksi Capai Rp 26 Triliun

EKONOMI
BI Proyeksikan Banten Jadi Sentra Ekonomi Syariah Nasional

BI Proyeksikan Banten Jadi Sentra Ekonomi Syariah Nasional

EKONOMI
Koperasi Desa Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Syariah Sektor Riil

Koperasi Desa Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Syariah Sektor Riil

EKONOMI
Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot

Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot

EKONOMI
Kawasan Industri Halal Dorong RI Pimpin Ekonomi Syariah

Kawasan Industri Halal Dorong RI Pimpin Ekonomi Syariah

EKONOMI
Sertifikasi Halal Diusulkan Gratis untuk Dorong Ekonomi Syariah

Sertifikasi Halal Diusulkan Gratis untuk Dorong Ekonomi Syariah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon