ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Era Baru OJK, Reformasi Pasar Modal Langsung Dikebut

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:54 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
OJK.
OJK. (Antara/Dhemas Reviyanto)

Ia menambahkan bahwa aturan tersebut ditargetkan rampung pada 2026 dan akan diterapkan secara bertahap hingga seluruh emiten memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Namun, jika perusahaan tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka opsi delisting melalui mekanisme exit policy.

“Nanti exit policy juga akan diatur dalam pasal terkait aturan free float,” ujar Hasan.

ADVERTISEMENT

Saat ini, OJK mencatat baru sekitar 60% dari total emiten di Bursa Efek Indonesia yang memenuhi ketentuan free float terbaru. Karena itu, regulator akan mendorong perusahaan untuk melakukan penyesuaian secara bertahap.

Penguatan Data dan Struktur Pasar

Selain kebijakan free float, OJK juga melakukan pembenahan dari sisi data dan struktur pasar. Salah satu langkah penting adalah meningkatkan granularitas data investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Jika sebelumnya data investor hanya terbagi dalam sembilan kategori, kini diperluas menjadi 28 subkategori. Langkah ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih detail mengenai profil investor di pasar modal.

Dengan data yang lebih rinci, pelaku pasar diharapkan dapat memahami perilaku investor dengan lebih baik, sehingga keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih rasional.

Respons terhadap Sorotan Global

Langkah reformasi yang dilakukan OJK tidak terlepas dari tekanan eksternal, termasuk sorotan dari Morgan Stanley Capital International terhadap transparansi pasar Indonesia. Isu ini sempat memicu gejolak di pasar saham hingga terjadi penghentian sementara perdagangan.

Sebagai respons, OJK bersama Bursa Efek Indonesia dan lembaga terkait meluncurkan berbagai langkah percepatan reformasi untuk meningkatkan integritas pasar .

Langkah tersebut mencakup penguatan tata kelola, peningkatan transparansi, serta perbaikan kualitas emiten agar lebih sesuai dengan standar global.

Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci

Di luar pasar modal, OJK juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor jasa keuangan secara menyeluruh. Inovasi di bidang teknologi finansial dan aset kripto menjadi bagian dari agenda pengawasan ke depan.

Selain itu, OJK akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), guna memastikan kebijakan yang diambil tetap selaras dan efektif.

“Kami yakin dengan kerja sama yang solid antar anggota dewan komisioner OJK, kita inshallah bisa membawa sektor jasa keuangan kita untuk semakin maju ke depan,” ujar Friderica.

Dengan strategi yang komprehensif, OJK berharap mampu menciptakan ekosistem keuangan yang lebih kuat, transparan, dan inklusif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

EKONOMI
OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

EKONOMI
Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

EKONOMI
OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

NASIONAL
OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon