ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Beberkan 2 Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia

Selasa, 13 Februari 2018 | 11:36 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo. (Antara/Puspa Perwitasari)

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni terkait sistem dan perizinan. Presiden mengatakan diperlukan penyederhanaan sistem inklusi keuangan.

"Jadi memang yang paling penting itu, satu, penyederhanaan sistem, penting sekali. Kunci. Ini yang harus kita perbaiki," kata Jokowi setelah menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan/United Nations Secretary General's Special Advocate (UNSGSA) for Financial Inclusion yang dipimpin Ratu Maxima dari Belanda di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (13/2).

Menurut Presiden, perbaikan dan penyederhanaan sistem menjadi kunci sukses penerapan dan perluasan inklusi keuangan di Tanah Air. Hal kedua menurut Presiden, yakni penyederhanaan izin yang selama ini terkesan masih ruwet.

"Dua hal ini kalau kita selesaikan, akan mempercepat inklusi keuangan kita. Kalau dua hal ini belum bisa kita selesaikan, ya majunya tidak sepesat yang kita inginkan. Tadi saya sudah diskusi panjang dengan beliau kita harapkan dua hal tadi segera cepat kita selesaikan," kata Presiden setelah bertemu dengan Ratu Maxima.

ADVERTISEMENT

Presiden Jokowi ingin seluruh masyarakat Indonesia dapat mengakses lembaga keuangan secara sederhana dan cepat. "Kita ingin semua orang itu bisa mengakses ke perbankan dan akses ke sektor keuangan yang ada secara sederhana dan cepat. Semuanya, seluruh masyarakat bisa masuk ke sistem keuangan," kata Presiden.

Menko Perekonomian Darmin Nasution yang mendampingi Presiden pada pertemuan itu menambahkan sejak 18 bulan lalu, Ratu Maxima sudah datang ke Indonesia. "Kita tengah mengembangkan dengan cepat keuangan inklusif, kita berangkat dari posisi yang masih agak tertinggal dari negara lain. Sejak 18 bulan lalu, kita sudah mengembangkan beberapa program di antaranya Program Keluarga Harapan, Kredit Usaha Rakyat, dan beras sejahtera," katanya.

Pada 2019, Pemerintah Indonesia menargetkan tingkat inklusi keuangan akan menyamai negara-negara lain yang selama ini sudah maju, di antaranya India.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

EKONOMI
Aset Tumbuh 7 Persen di Kuartal I, BTPN Syariah Catat Kinerja Positif

Aset Tumbuh 7 Persen di Kuartal I, BTPN Syariah Catat Kinerja Positif

EKONOMI
OJK Sambut Insentif Fiskal untuk Dorong Daya Saing Pasar Modal

OJK Sambut Insentif Fiskal untuk Dorong Daya Saing Pasar Modal

EKONOMI
Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot

Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot

EKONOMI
SNLIK 2026 Ukur Literasi dan Inklusi Keuangan hingga Tingkat Provinsi

SNLIK 2026 Ukur Literasi dan Inklusi Keuangan hingga Tingkat Provinsi

JAWA BARAT
Perluas Inklusi Keuangan, BNI Hadirkan Agen46 hingga Pelosok Kota Bima

Perluas Inklusi Keuangan, BNI Hadirkan Agen46 hingga Pelosok Kota Bima

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon