Berdayakan UMKM, ASDP Inisiasi Gerakan 15.000 Masker

Berdayakan UMKM, ASDP Inisiasi Gerakan 15.000 Masker
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar secara serentak program gerakan 15.000 masker kain dengan memberdayakan Ikatan Istri Karyawan ASDP (IIKA) dan UMKM penjahit lokal di lingkungan seluruh pelabuhan penyeberangan yang dikelola dari Sabang sampai Merauke.  ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. ASDP )
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 7 April 2020 | 16:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menggelar secara serentak program gerakan 15.000 masker kain dengan memberdayakan ikatan istri karyawan ASDP (IIKA) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) pnjahit lokal di lingkungan seluruh pelabuhan penyeberangan yang dikelola dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga: UMKM Didorong Produksi Masker untuk Masyarakat

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini mengatakan, gerakan 15.000 masker ini merupakan wujud komitmen tanggung jawab sosial perusahaan yang dilaksanakan divisi program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) melalui program senyum peduli dalam mengantisipasi pandemi virus corona atau Covid-19 lebih meluas lagi di Indonesia.

"ASDP melalui 29 kantor cabang yang mengelola 35 pelabuhan di seluruh Indonesia secara proaktif melalui penjahit lokal membuat masker kain secara massal untuk dibagikan kepada masyarakat dan karyawan beserta keluarganya. Tentunya, kehadiran dan kontribusi ASDP dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat di lingkungan kerja pelabuhan di seluruh Indonesia," kata Imelda dalam keterangannya, Selasa (7/4/2020).

Gerakan 15.000 masker kain ini juga, lanjut Imelda, sejalan dengan arahan pemerintah bahwa masyarakat wajib menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika menggunakan akses ruang publik dan transportasi umum.

Baca Juga: Cegah Covid-19, Masyarakat Diimbau Pakai Masker

Imelda mengungkapkan bahwa sejak pandemi Covid-19 mulai meluas, terjadi kelangkaan masker di Indonesia. Harga jual masker di pasaran pun relatif mahal dan sulit terjangkau. Karena itulah, diharapkan masker kain yang ASDP produksi ini, dapat bermanfaat bagi masyarakat dan karyawan. Masker kain ini dapat dicuci dan digunakan kembali, sehingga cukup efisien.

"Dengan gerakan 15.000 masker kain ini, kita tidak hanya membantu penyebaran virus lebih meluas lagi, tetapi juga membantu perekonomian para UMKM penjahit lokal tetap berjalan selama wabah Covid-19 terjadi. Tentu, kita semua berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir di Indonesia," ujarnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com