ASDP Terapkan Tiket Online Mulai 1 Mei 2020
Jumat, 17 April 2020 | 16:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan penjualan tiket angkutan penyeberangan secara online per 1 Mei 2020. Kebijakan ini dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa angkutan penyeberangan. Sistem penjualan tiket online ini dilakukan untuk empat pelabuhan penyeberangan utama, yakni Merak, Bakauheuni, Ketapang, dan Gilimanuk.
Baca: Tiket Kapal Penyeberangan Hanya Bisa Dibeli Online
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub, Budi Setiyadi memastikan, per 1 Mei 2020, penjualan tiket penyeberangan secara online melalui aplikasi Ferizy siap dilaksanakan secara penuh. Pihaknya juga mengapresiasi, ASDP telah membangun aplikasi Ferizy untuk sistem pemesanan dan pembayaran tiket online angkutan penyeberangan.
"Apa yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry ini sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat kepada kita untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan untuk menggunakan teknologi," kata Budi dalam telekonferensi bersama awak media di Jakarta, Jumat (17/4/2020).
Baca: PSBB, Kemhub Batasi Jumlah Penumpang Kapal
Budi Setiyadi menambahkan, pihaknya telah mengadakan sosialisasi kepada beberapa asosiasi transportasi terkait, seperti Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (Gapasdap), Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), serta Organisasi Angkutan Darat (Organda). Semua asosiasi itu memberikan respon positif.
"Progresnya saat ini sudah 70 persen. Kita masih punya waktu sampai awal Mei nanti kita harapkan ada perubahan perilaku masyarakat ke arah online. Pelaksanaan di lapangan mungkin akan ada hambatan karena kita mengubah kebiasaan dan butuh waktu yang tidak sebentar," jelas Budi Setiyadi.
Baca: Kemhub Tunda Pelarangan Bus AKAP Jabodetabek
Sementara itu, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi menjelaskan, sudah saatnya sistem penjualan tiket angkutan penyeberangan harus berubah. Selama ini ASDP menerapkan penjualan tiket go show.
Namun dengan penjualan tiket di tempat ini, menurut Ira, ada hal yang menjadi masalah, yakni ketika peak season, seperti liburan dan masa angkutan lebaran, seringkali permintaan di luar perkiraan sehingga kadang menimbulkan penumpukan.
Baca: Pelabuhan Bakauheni Buka Layanan Seperti Hari Biasa
Selain itu, lanjut Ira, apabila tidak diterapkan penjualan tiket secara online, maka akan membuat tidak nyaman pengguna jasa ke depan lantaran jaringan jalan tol Trans Sumatera ditargetkan tersambung pada 2024.
Pada saat itu, tentu membuat permintaan akan angkutan penyeberangan dari Jawa-Sumatera serta sebaliknya kian meningkat. Terlebih, tren peningkatan penyeberangan Jawa-Sumatera ini pun sudah terlihat dalam setahun terakhir.
Baca: ASDP Inisiasi Gerakan 15.000 Masker
"Ini harus berubah di mana tujuan akhirnya adalah kepastian, kenyamanan, dan keperluan untuk menjaga physical distancing pada saat ini bagi para pengguna," tandas Ira.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




