ASDP Cetak Laba Tertinggi Rp 326,3 Miliar pada 2021
Senin, 11 April 2022 | 15:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry meraih kinerja positif pada 2021 dengan mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 326,3 miliar atau naik lebih dari 80% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 lalu sebesar Rp 181,14. Pertumbuhan ini sejalan dengan mulai pulihnya jasa penyeberangan perintis maupun komersial.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, tahun 2021 menjadi tahun pemulihan bisnis bagi perusahaan, pascapelemahan penyeberangan yang terjadi akibat pandemi pada 2020 lalu.
"Sepanjang 2021, ASDP membukukan pendapatan sebanyak Rp 3,55 triliun, raihan ini bahkan mengalahkan capaian pra pandemi yakni pada tahun 2019 sebesar Rp 3,31 triliun," jelas Ira Puspadewi, dalam keterangan resmi, Senin (11/4/2022).
Baca Juga: Kemenhub, ASDP Teken MoU Pengoperasian Local Port Services
Kinerja positif dikontribusi oleh kinerja penyeberangan baik produksi perintis dan komersial (gabungan) antara lain produksi penumpang mencapai sebanyak 4,42 juta orang atau naik sebesar 12% dibandingkan realisasi 2020 sebanyak 3,95 juta orang.
Kemudian, kendaraan roda 2 dan 3 sebanyak 2,39 juta unit atau turun 12% dari 2,73 juta unit dan kendaraan roda 4/lebih mencapai 2,92 juta unit atau naik 41 persen dibandingkan realisasi 2020 sebanyak 2,07 juta unit. Serta angkutan barang mencapai 2,46 juta ton atau naik 149% bila dibandingkan realisasi tahun 2020 sebanyak 990 ribu ton.
"Selama pandemi, terjadi shifting perubahan perilaku dari pejalan kaki ke kendaraan pribadi atau kendaraan penumpang sehingga terjadi peningkatan pada kendaraan penumpang. Sedangkan untuk logistik, kenaikan didukung regulasi bahwa tidak ada pembatasan pergerakan untuk kendaraan logistik, khususnya pada periode libur hari raya," jelasnya.
Baca Juga: Bakauheni Harbour City Diyakini Dongkrak Bisnis Inti ASDP
Selain itu, kinerja positif juga didukung program pengendalian biaya melalui langkah efisiensi yang ditunjukan dengan operating ratio 72,05% lebih rendah dibanding 2020 sebesar 76,91%. Selanjutnya, BOPO Tahun 2021 sebesar 91,51% lebih rendah dibanding tahun 2021 sebesar 98,39%, hal ini menunjukan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan efisiensinya dengan adanya pengendalian keuangan terhadap realisasi beban pokok dan beban usaha.
Hal yang sama dengan peningkatan cash ratio sebesar 276,58% tumbuh sebesar 88,5% dari tahun 2020, dan Current Ratio sebesar 324,45% tumbuh sebesar 87,78% dari tahun 2020.
"Dari kondisi ini, posisi ASDP menjadi perusahaan solvable, yakni memiliki kemampuan untuk membayar seluruh total hutangnya menggunakan total aset sebesar 15,98%, dan Debt to Equity 8,67%," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




