Menkominfo: Percepat Adopsi Teknologi Digital UMKM di 13 Kawasan Prioritas
Jumat, 13 Mei 2022 | 22:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan pihaknya terus mendorong transformasi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Upaya ini salah satunya dilakukan melalui program adopsi teknologi digital 4.0 bagi UMKM, yakni program pendampingan berkelanjutan kepada UMKM produsen di sektor pengolahan di 13 kawasan prioritas.
"Program ini akan dilakukan selama enam bulan secara offline maupun online, melibatkan 165 fasilitator atau lokal heroes, dan dilaksanakan di 15 lokasi training center yang tersebar di 13 kawasan prioritas. Indonesia ini besar, mengerjakannya tidak sederhana," kata Johnny saat memberi sambutan dalam Peluncuran Program Adopsi Teknologi Digital 4.0 bagi UMKM secara hibrida dari Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2022).
Baca Juga: Kominfo-Oracle Berikan Pembekalan Keterampilan TIK
Ketiga belas kawasan tersebut meliputi Sumatera Utara, Bangka Belitung, Banten, Jabodetabek, dan Kepulauan Seribu, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
"Hampir menjangkau seluruh kawasan nusantara. Untuk mendukung fasilitas pendampingan UMKM akan disediakan starter kit berupa paket data untuk 30.000 UMKM selama enam bulan dan dilengkapi dengan aplikasi agregator sistem point of sales (PoS) dan learning management system," kata Johnny.
Baca Juga: Menkominfo: Mudik dan Idulfitri Momentum Akhiri Pandemi
Melalui program adopsi teknologi digital UMKM 4.0 ini diharapkan dapat terjadi peningkatan level atau scaling-up UMKM dari sisi adopsi teknologi digital yang dibagi berdasarkan empat level yaitu level beginner, observer, adopter, dan leader.
Pertama, beginner merupakan level yang paling awal dengan menggunakan media sosial. Kedua, observer atau menggunakan marketplace, bagi usaha-usaha yang telah dikelola secara relatif modern, namun dengan tingkat penggunaan teknologi yang cenderung rendah.
Ketiga, yaitu adopter, yaitu usaha-usaha dengan tingkat adopsi dan pengetahuan teknologi yang cukup baik tetapi pengelolaan usaha masih cenderung tradisional, menggunakan platform fintech dan aggregator dan point of sales system.
"Sedangkan level leader merupakan usaha-usaha yang telah dikelola secara relatif modern dan telah memiliki tingkat adopsi dan pengetahuan teknologi yang relatif tinggi atau menggunakan big data 3D modelling, QR code, augmented reality atau virtual reality," tutur Johnny.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




