ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3,4%

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:25 WIB
TP
FH
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: FER
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu 13 April 2022.
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu 13 April 2022. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2022 dari sebelumnya 3,5% year on year (yoy) menjadi 3,4%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, proyeksi ini sejalan dengan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang juga berdampak pada ekonomi Indonesia.

"Perlambatan pertumbuhan ekonomi global tahun ini disebabkan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina telah menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi," kata Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG secara daring, di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Baca Juga: Gubernur BI Sebut Indikator Ekonomi Kuartal II Terus Menguat

ADVERTISEMENT

Perry Warjiyo menjelaskan, kondisi ekonomi global terutama sebagai dampak dari gangguan mata rantai pasokan global yang masih berlanjut saat ini telah mengurangi volume perdagangan global global yang merupakan salah satu penggerak ekonomi global.

"Hal ini terjadi seiring ketegangan geopolitik terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina," jelasnya.

Perry menambahkan, pertumbuhan ekonomi di berbagai negara seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, Tiongkok dan India berisiko lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Baca Juga: 15 Bulan Beruntun BI Tahan Suku Bunga, Ini Alasannya

Selain itu, faktor harga komoditas global yang meningkat termasuk energi, pangan dan logam juga memberikan tekanan pada inflasi global, alhasil memicu percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara maju termasuk AS dan negara berkembang.

"Kondisi ini kemudian akan berdampak pada peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global yang kemudian mendorong terbatasnya aliran modal asing dan menekan perkembangan nilai tukar di berbagai negara termasuk Indonesia," jelas Perry.

Sementara itu, ada juga faktor dari kebijakan Negara Tirai Bambu yang mengimplementasikan kebijakan zero covid-19 untuk menekan kasus Covid-19. "Hal ini berimbas pada volume perdagangan ke berbagai negara ikut menurun," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

Ekonomi Naik, Daya Beli Terjepit

B-PLUS
Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

Ekonom Dorong Reindustrialisasi untuk Perluas Kerja Formal RI

EKONOMI
Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

Purbaya Yakin Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh di Atas 5,5 Peren

EKONOMI
Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

Ekonom Ungkap Tantangan Kejar Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2026

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

Purbaya Bingung Ekonomi Tinggi Diributkan, Jelek Dikritik

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon