Logo BeritaSatu

BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 3,4%

Selasa, 24 Mei 2022 | 16:26 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2022 dari sebelumnya 3,5% year on year (yoy) menjadi 3,4%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, proyeksi ini sejalan dengan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang juga berdampak pada ekonomi Indonesia.

"Perlambatan pertumbuhan ekonomi global tahun ini disebabkan ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina telah menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi," kata Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG secara daring, di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Perry Warjiyo menjelaskan, kondisi ekonomi global terutama sebagai dampak dari gangguan mata rantai pasokan global yang masih berlanjut saat ini telah mengurangi volume perdagangan global global yang merupakan salah satu penggerak ekonomi global.

"Hal ini terjadi seiring ketegangan geopolitik terus berlanjut antara Rusia dan Ukraina," jelasnya.

Perry menambahkan, pertumbuhan ekonomi di berbagai negara seperti Eropa, Amerika Serikat (AS), Jepang, Tiongkok dan India berisiko lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Selain itu, faktor harga komoditas global yang meningkat termasuk energi, pangan dan logam juga memberikan tekanan pada inflasi global, alhasil memicu percepatan normalisasi kebijakan moneter di negara maju termasuk AS dan negara berkembang.

"Kondisi ini kemudian akan berdampak pada peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global yang kemudian mendorong terbatasnya aliran modal asing dan menekan perkembangan nilai tukar di berbagai negara termasuk Indonesia,” jelas Perry.

Sementara itu, ada juga faktor dari kebijakan Negara Tirai Bambu yang mengimplementasikan kebijakan zero covid-19 untuk menekan kasus Covid-19. "Hal ini berimbas pada volume perdagangan ke berbagai negara ikut menurun," tandasnya.


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Logam Bangun Setia Gelar Akad Massal Rumah Subsidi

Perumahan Logam Bangun Setia 2 (LBS 2) yang dikembangkan PT Saipul Putra Sakti, melakukan prosesi akad kredit massal rumah subsidi bekerja sama dengan Bank DKI.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Janji Jiwa Adopsi Nimbly Technologies Capai Operasi Optimal

Janji Jiwa, salah satu brand kopi di Indonesia, menerapkan Nimbly Technologies untuk meraih konsistensi dan transparansi.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Properti Tumbuh, MAJ Residences Bekasi Kebut Pembangunan

Tren positif sektor properti di Bekasi menjadi momentum untuk mengejar progres pembangunan apartemen The MAJ Residences Bekasi.

EKONOMI | 1 Juli 2022

AAJI: Aset Asuransi Jiwa Indonesia Bisa Tembus Rp 3.000 T

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, tingkat penetrasi industri asuransi jiwa nasional berkutat di kisaran 1,2%-1,4%.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Secara Analisis Teknikal, Penurunan Bitcoin Masih Wajar

Penurunan harga Bitcoin yang saat ini berada pada level sekitar Rp 300 jutaan masih dalam batas wajar jika ditinjau dari analisis teknikal.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Sri Mulyani Sebut Tjahjo Kumolo Kolega yang Luar Biasa

Sebagai sesama menteri Jokowi dua periode, Sri Mulyani mengaku sangat berduka atas kepergian Tjahjo Kumolo.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Pemegang Saham Bisa Ikut Awasi Aktivitas Bisnis NANO

PT Nanotech Indonesia Global Tbk bersama PT Zamrud Khatulistiwa Technology serius mengembangkan platform digital guna merespons kebutuhan zaman.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Modernland Realty Cetak Pendapatan Rp 2,01 Triliun di 2021

PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mencatatkan kinerja yang mengesankan di tahun 2021, dengan membukukan pendapatan hingga Rp 2,01 triliun.

EKONOMI | 1 Juli 2022

Pemerintah Siapkan Skema Normal Program Kartu Prakerja

Seiring pandemi yang akan berubah menjadi endemi, pemerintah berencana menjalankan skema normal program Kartu Prakerja dengan mengadakan pelatihan offline.

EKONOMI | 1 Juli 2022

PPS Berakhir, Sri Mulyani Kantongi Setoran Rp 61,01 Triliun

Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan, hingga batas akhir pelaksanaan PPS, jumlah harta yang diungkap wajib pajak sebanyak Rp 594,82 triliun.

EKONOMI | 1 Juli 2022


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Rusia


# Roy Suryo


# Tjahjo Kumolo Meninggal


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini 28 Pemain yang Membela Timnas U-19 di Piala AFF U-19

Ini 28 Pemain yang Membela Timnas U-19 di Piala AFF U-19

BOLA | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings