Politikus PDIP Dukung Keputusan Investasi Telkomsel ke GoTo
Kamis, 30 Juni 2022 | 08:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Evita Nursanty mendukung investasi anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) ke PT GoTO Gojek Tokopedia TBK. Menurut Evita, investasi tersebut keputusan tepat, menguntungkan, dan bernilai strategis.
"Jadi, kita harus dukung keputusan investasi ini," katanya dalam rapat panitia (panja) kerja Komisi VI terkait investasi BUMN di perusahaan digital di ruang rapat Komisi VI, gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/6/2022).
Sejumlah anggota panja bertanya kinerja saham GoTo, harga wajar saat ini, dan proyeksi ke depan. "Jadi, menurut Anda, saham GOTO ini bagus untuk investasi atau tidak? Kan GOTO masih rugi?," tanya Anggota Panja Komisi VI dari Fraksi PDIP Evita Nursanty kepada Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang yang diundang dalam forum tersebut.
Baca Juga: Intan Fauzi: Perempuan Punya Kapasitas Jadi Pegawai BUMN
Anggota panja lainnya dari Fraksi PDIP, Harris Turino mempertanyakan metode valuasi yang digunakan Edwin Sebayang dalam menyusun forecast. "Jika forecast Anda benar, artinya kapitalisasi pasar GOTO bisa mencapai lebih dari Rp560 triliun. Apakah masuk akal? Wah, berarti kita harus beli saham GOTO dari sekarang dong," kata Harris yang disambut gelak tawa anggota lainnya.
Terkait pertanyaan soal valuasi, Edwin menjelaskan beberapa metode mulai dari harga dibanding transaksi bruto (GTV), rasio price book value (PBV) hingga menghitung potensi bisnis ke depan.
"Setiap sekuritas punya cara melakukan valuasi. Kami di MNC Sekuritas menghitung harga wajar saham GOTO di Rp 500. Jadi, masih punya upside cukup besar ke depannya. Jadi, ini investasi yang bagus," kata Edwin di hadapan forum panja.
Edwin mengatakan pergerakan harga saham, seperti GOTO dipengaruhi banyak faktor. Target price Rp 500 bisa jadi akan tercapai dalam waktu dekat, akhir tahun atau bisa juga tidak tercapai. "Yang mesti kita ingat, ada faktor x yang bisa mengubah keadaan dan proyeksi. Misalnya, suku bunga The Fed, inflasi tinggi di negara maju dan perang Ukraina," ungkap Edwin.
Tanpa memperhitungkan faktor eksternal itu, harga wajar GOTO adalah Rp 500. Kapan tercapainya, kata Edwin, bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal. "GoTo adalah perusahaan menarik dengan business plan yang sangat jelas untuk menuju profit. Investor melihat kekuatan Gojek, Tokopedia dan Gopay sebagai alasan untuk berinvetasi di perusahaan ini," tutur Edwin.
Menurut Edwin, investasi Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk tidak perlu dicari-cari permasalahan. Pasalnya, investor asing pun banyak berinvestasi di GoTo, bahkan sampai mendominasi.
Baca Juga: Berantas Korupsi di BUMN, Langkah Erick Thohir Tuai Pujian
Ada empat alasan mengapa startup merah putih, seperti Gojek dan Tokopedia menjadi incaran investor asing. Pertama, potensi ekonomi digital Indonesia yang sangat besar. Kedua, adanya pertumbuhan perusahaan startup yang cepat dan mempunyai potensi bisnis berkelanjutan, apalagi ekonomi digital dipercaya merupakan bisnis masa depan.
Ketiga, adanya potensi jangka panjang mendapatkan keuntungan besar, baik dari sisi pendapatan maupun valuasi perusahaan. Hal ini berkaca pada pengalaman startup digital di luar negeri.
Keempat, ada peluang sinergisitas dan kolaborasi yang saling menguntungkan, menghasilkan sumber pendapatan baru dengan memanfaatkan aset dari investor dan perusahaan startup.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




