Kunjungan ke China, Prabowo Hadiri Parade Militer di Beijing
Rabu, 3 September 2025 | 08:39 WIB
Beijing, Beritasatu.com – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri parade militer di Beijing pada Rabu (3/9/2025), dalam rangka peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Kehadirannya terjadi setelah sebelumnya membatalkan perjalanan akibat gelombang protes yang dipicu oleh tunjangan fantastis anggota DPR dan kematian seorang ojek online (ojol).
Menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Prabowo tiba di Beijing pada Rabu pagi dan disambut baik oleh pemerintah China. Kehadiran Prabowo menjadi sorotan karena situasi di Tanah Air masih bergejolak usai demonstrasi besar-besaran yang menewaskan sedikitnya enam orang. Aksi massa itu dipicu kontroversi fasilitas mewah bagi anggota DPR.
Pascaprotes, pemerintah terpaksa mencabut sejumlah insentif bagi parlemen. Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa sebelum keberangkatan pada Selasa (2/9/2025) malam, Prabowo telah menerima laporan bahwa kondisi publik mulai berangsur normal.
"Presiden terus memantau situasi di Indonesia dan mendapatkan laporan rutin dari pejabat terkait," ujar Prasetyo dikutip dari AFP.
Selama kunjungan ke Beijing, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas kerja sama bilateral, khususnya di bidang pertahanan.
Demonstrasi di Indonesia telah mereda setelah pemerintah mencabut tunjangan DPR dan mengerahkan militer ke Jakarta pada Senin (1/9/2025), sebagai langkah pengendalian situasi.
Prabowo termasuk di antara lebih dari 25 pemimpin dunia yang hadir dalam parade di Lapangan Tiananmen, bersama tokoh lain seperti Kim Jong Un dari Korea Utara dan Vladimir Putin dari Rusia. Parade tersebut menampilkan kekuatan militer Tiongkok, mulai dari pasukan dalam formasi, atraksi udara, hingga persenjataan berteknologi tinggi.
Perang Tiongkok-Jepang pada 1930-an dan 1940-an yang menewaskan jutaan warga Tiongkok menjadi latar sejarah peringatan tersebut. Indonesia sendiri tetap menjalankan politik luar negeri bebas-aktif dengan menjaga keseimbangan hubungan baik dengan Washington maupun Beijing. Namun, Prabowo berkomitmen mempererat kerja sama pertahanan dengan Tiongkok.
Sebelumnya, pada Sabtu lalu, Prasetyo mengungkapkan bahwa Prabowo sempat meminta maaf kepada pemerintah China karena batal hadir dalam parade dan KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mewakili Prabowo dalam KTT SCO yang berlangsung 31 Agustus sampai 1 September 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




