Trump Tidak Akan Bertemu Kim Jong-un Selama Tur Asia
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 12:33 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dipastikan tidak akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un selama kunjungan diplomatik 5 hari ke Asia pekan depan.
Kepastian itu disampaikan oleh pejabat senior Gedung Putih pada Jumat (24/10/2025), yang menegaskan bahwa agenda tur Asia berfokus pada penguatan aliansi dan kerja sama keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut keterangan resmi, tur kenegaraan tersebut mencakup kunjungan ke Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan, dengan serangkaian pertemuan tingkat tinggi bersama para pemimpin negara mitra.
Para pejabat menegaskan, meskipun Trump tetap terbuka untuk berdialog dengan Kim Jong-un di masa depan, tidak ada rencana pertemuan antara keduanya dalam jadwal kali ini.
“Diskusi dengan Korea Utara tidak termasuk dalam agenda perjalanan presiden. Fokus utama kunjungan ini adalah memperkuat aliansi strategis dan memastikan keamanan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” ujar seorang pejabat senior Gedung Putih, sebagaimana dikutip Beritasatu.com pada Sabtu (25/10/2025).
Tur dimulai Minggu (26/10/2025) mendatang di Malaysia. Trump dijadwalkan menghadiri penandatanganan perjanjian perdamaian baru yang disebut para pejabat “dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa, mengurangi konflik, dan memperkuat stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.”
Selain itu, Trump akan menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, serta menghadiri jamuan makan malam para pemimpin AS-ASEAN di Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Tokyo.
Di Jepang, Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi yang baru saja menjabat menggantikan Fumio Kishida. Pertemuan ini diharapkan memperkuat kemitraan ekonomi dan pertahanan antara kedua negara.
Setelah dari Tokyo, Trump akan melanjutkan lawatan ke Busan, Korea Selatan, pada Rabu (29/10/2025). Ia akan melakukan pertemuan dengan Presiden Lee Jae Myung dan dijadwalkan menyampaikan pidato pada jamuan CEO APEC.
Meski sebelumnya sempat beredar spekulasi mengenai kemungkinan pertemuan Trump dan Kim Jong Un di Zona Demiliterisasi (DMZ), Gedung Putih menegaskan, kunjungan ke Korea Selatan hanya akan berfokus pada kerja sama bilateral dan isu keamanan regional, tanpa agenda dengan perwakilan Korea Utara.
Pengumuman ini sekaligus menepis isu bahwa Trump berencana memulihkan hubungan diplomatik dengan Pyongyang setelah sempat terjalin kontak intensif pada 2018-2019.
Pertemuan bersejarah Trump dan Kim Jong-un terakhir kali berlangsung pada 2019, saat keduanya menyepakati komitmen denuklirisasi Semenanjung Korea. Namun, kesepakatan itu tidak pernah terealisasi karena perbedaan pandangan terkait sanksi dan verifikasi program nuklir Korea Utara.
Hubungan Washington-Pyongyang kemudian membeku selama beberapa tahun, dan upaya diplomatik untuk menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi masih menemui jalan buntu.
Dengan tidak adanya agenda pertemuan kali ini, para pengamat menilai fokus kebijakan luar negeri Trump lebih tertuju pada stabilitas Indo-Pasifik dan memperkuat aliansi strategis di Asia Timur ketimbang menghidupkan kembali diplomasi tingkat tinggi dengan Korea Utara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




