Foto Satelit Terbaru Ungkap Ada Aktivitas di 2 Situs Nuklir Iran
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:27 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas di dua lokasi fasilitas nuklir Iran di tengah meningkatnya ketegangan akibat penindakan keras rezim Iran terhadap demonstran aksi unjuk rasa antipemerintah pada beberapa pekan terakhir. Dua fasilitas nuklir ini sebelumnya dibom oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Juni 2025.
Adanya aktivitas di kedua situs nuklir tersebut disebut-sebut sebagai kemungkinan tanda Iran tengah berupaya menyelamatkan material yang masih tersisa di lokasi.
Mengutip AP, Sabtu (31/1/2026), citra satelit dari Planet Labs PBC menunjukkan atap telah dibangun di atas dua bangunan yang rusak di fasilitas Isfahan dan Natanz. Aktivitas ini merupakan aktivitas besar pertama yang terlihat oleh satelit setelah situs nuklir tersebut diserang pada tahun lalu.
Atap penutup tersebut menghalangi satelit untuk melihat apa yang terjadi di darat. Pemantauan dari darat sejauh ini menjadi satu-satunya cara bagi inspektur Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk mengamati lokasi, karena Iran menutup akses ke fasilitas tersebut.
Para ahli yang memeriksa lokasi tersebut menilai, atap baru ini bukan pertanda dimulainya rekonstruksi di fasilitas yang rusak parah.
“Sebaliknya, kemungkinan besar itu adalah bagian dari upaya Iran untuk menilai apakah aset-aset penting, seperti persediaan uranium yang diperkaya tinggi dalam jumlah terbatas selamat dari serangan,” kata Andrea Stricker dari Foundation for Defense of Democracies yang berbasis di Washington.
“Iran ingin dapat mengakses aset-aset yang dapat mereka temukan tanpa Israel atau AS melihat apa saja yang selamat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum secara terbuka membahas aktivitas di kedua lokasi tersebut. IAEA juga belum menanggapi permintaan komentar dari media terkait kabar ini.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menuntut Iran untuk bernegosiasi mengenai program nuklirnya guna mencegah ancaman serangan militer atas tindakan keras negara tersebut terhadap para demonstran.
Pekan ini, AS memindahkan kapal-kapal perangnya, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak rudal, ke kawasan perairan Timur Tengah. Namun, masih belum jelas apakah Trump akan memutuskan apakah akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran atau tidak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




