Trump Tuduh Iran Punya 4 Situs Nuklir Utama
Senin, 30 Juni 2025 | 09:56 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan, Iran kemungkinan memiliki empat fasilitas nuklir utama, bukan hanya tiga seperti yang selama ini diyakini. Hal ini disampaikan Trump dalam wawancara bersama Fox News pada Minggu (29/6/2025).
“Kami tahu mereka memiliki banyak situs, kemungkinan tiga ditambah satu lagi, tetapi itu adalah tiga situs utama mereka, dan kami tahu mereka harus menyerahkannya,” ujar Trump.
Meskipun menyebutkan jumlahnya, Trump tidak menjelaskan secara rinci lokasi dari fasilitas-fasilitas yang dimaksud. Ia hanya menekankan, tiga di antaranya merupakan situs utama yang menjadi target pengawasan dan tindakan militer AS.
Serangan AS dan Respons Balasan Iran
Sebelumnya, pada Minggu (22/6/2025), AS melakukan serangan ke tiga fasilitas nuklir utama Iran, yakni Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik setelah Israel melancarkan operasi militer besar-besaran ke wilayah Iran pada Jumat (13/6/2025).
Tak tinggal diam, Teheran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin (23/6/2025). Serangan ini menjadi salah satu titik balik dalam konflik militer yang berlangsung intens selama hampir dua pekan.
Gencatan Senjata dan Seruan Trump
Presiden Trump menyampaikan bahwa Israel dan Iran telah menyepakati gencatan senjata, yang menurutnya mulai berlaku resmi setelah 24 jam sejak diumumkan pada Senin (24/6/2025) waktu setempat.
Trump kemudian menegaskan pada Selasa (25/6/2025) bahwa gencatan senjata telah berlaku dan mengimbau kedua pihak untuk tidak melanggarnya demi mencegah eskalasi lebih lanjut.
Operasi Militer dan Kontroversi Program Nuklir Iran
Konflik ini bermula dari tuduhan Israel bahwa Iran menjalankan program nuklir militer secara rahasia.
Hal ini menjadi dasar serangan pada Jumat (13/6/2025) yang kemudian dibalas oleh Iran dengan meluncurkan Operasi True Promise 3, menargetkan beberapa instalasi militer Israel.
Iran sendiri membantah keras tuduhan tersebut. Teheran menyatakan, program nuklirnya sepenuhnya bersifat damai dan tidak dimaksudkan untuk keperluan militer.
Pernyataan Iran ini diperkuat oleh Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi yang pekan lalu menyatakan, badan tersebut tidak memiliki bukti konkret bahwa Iran sedang menjalankan program senjata nuklir aktif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




