ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Klaim AS Hancurkan Situs Nuklir Iran, Teheran Siapkan Semua Opsi

Minggu, 22 Juni 2025 | 17:46 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Presiden Donald Trump berpidato dari Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Sabtu, 21 Juni 2025, setelah militer AS menyerang tiga lokasi nuklir dan militer Iran.
Presiden Donald Trump berpidato dari Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Sabtu, 21 Juni 2025, setelah militer AS menyerang tiga lokasi nuklir dan militer Iran. (AP Photo/Carlos Barria)

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menggemparkan panggung geopolitik dunia dengan klaim mengejutkan. Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Trump mengumumkan bahwa militer AS telah menghancurkan tiga situs nuklir utama Iran dalam sebuah serangan malam yang dia sebut sebagai keberhasilan militer yang spektakuler.

Aksi militer ini menjadi bagian dari eskalasi besar konflik antara Iran, Israel, dan AS di kawasan Timur Tengah.

Trump menyampaikan peringatan keras kepada Teheran, memperingatkan bahwa jika Iran membalas serangan tersebut, serangan yang lebih dahsyat akan segera menyusul.

ADVERTISEMENT

"Jika perdamaian tidak segera datang, kami akan mengejar target-target lainnya," ucap Trump dalam siaran langsung tersebut, dikutip dari Reuters pada Minggu (22/6/2025).

Langkah ini dianggap sebagai pertaruhan kebijakan luar negeri terbesar Trump selama dua masa jabatannya. Dalam pengumuman itu, ia didampingi oleh Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Menurut Trump, tiga fasilitas nuklir yang diserang adalah Natanz, Isfahan, dan Fordow. Semua dikenal sebagai pusat penting dalam program nuklir Iran.

Bom penghancur bunker diklaim dijatuhkan di situs Fordow yang berada di bawah tanah, sementara rudal Tomahawk ditembakkan ke Natanz dan Isfahan.

Meski begitu, pengawas nuklir PBB memastikan tidak ada peningkatan kadar radiasi di luar fasilitas-fasilitas tersebut. Kepala Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi mengumumkan akan menggelar pertemuan darurat dengan dewan gubernur pada Senin (23/6/2025).

Pihak Iran tidak tinggal diam. Seorang pejabat senior menyatakan kepada Reuters bahwa sebagian besar uranium di Fordow telah dipindahkan sebelumnya.

Jumlah personel pun dikurangi. Sementara itu, anggota parlemen Mohammad Manan Raisi mengatakan bahwa kerusakan tidak parah, meskipun tidak memberikan detail.

Organisasi Energi Atom Iran menegaskan tidak akan membiarkan "industri nasionalnya" dihentikan.

Bahkan, parlemen Iran mulai mempertimbangkan kemungkinan keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), sebuah langkah ekstrem yang akan memperburuk hubungan Teheran dengan dunia internasional.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan 40 rudal ke wilayah Israel.

Serangan itu menargetkan sejumlah kota, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem. Sirene peringatan membahana, memaksa jutaan warga Israel mengungsi ke tempat perlindungan.

Meskipun sebagian rudal berhasil diintersepsi, polisi mengonfirmasi ada tiga titik dampak di kawasan permukiman.

Aviad Chernovsky, salah seorang warga Israel, menggambarkan kekacauan tersebut.

"Tidak mudah tinggal di Israel saat ini, tetapi kami sangat kuat. Kami tahu kami akan menang," ucapnya penuh keyakinan setelah melihat rumahnya hancur.

Kementerian Kesehatan Israel mencatat 86 orang terluka, sebagian besar luka ringan. Sementara itu, wilayah udara Israel dibuka selama enam jam setelah sebelumnya ditutup karena serangan.

Israel memulai operasi militer pada Jumat (13/6/2025) lalu dengan tuduhan bahwa Iran berada di garis depan pengembangan senjata nuklir. Iran sendiri selalu menegaskan program pengayaan uranium mereka hanya untuk tujuan damai.

Namun di tengah situasi yang memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut intervensi AS sebagai "eskalasi berbahaya". Negara-negara, seperti Inggris dan Jerman mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan.

Inggris bahkan menyebut serangan AS sebagai upaya meredakan ancaman nuklir Iran, meskipun dampak militernya justru berisiko menambah kekacauan di kawasan.

Nour News, media pemerintah Iran, melaporkan korban tewas di Iran telah mencapai 430 orang, dengan 3.500 lainnya terluka sejak serangan Israel dimulai. Di pihak Israel, 24 warga sipil tewas dan lebih dari 1.200 orang terluka.

Di Washington, sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat dan beberapa dari Partai Republik mengkritik keputusan Trump karena tidak meminta persetujuan Kongres sebelum melakukan serangan ke Iran.

Kritik ini menyoroti bahaya keterlibatan AS yang lebih dalam dalam konflik yang terus memanas ini.

Konflik Iran-AS-Israel kini memasuki babak baru. Teheran telah memperingatkan bahwa mereka menyimpan "semua opsi" untuk mempertahankan diri, termasuk eskalasi militer yang lebih luas jika perlu. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Foto Satelit Terbaru Ungkap Ada Aktivitas di 2 Situs Nuklir Iran

Foto Satelit Terbaru Ungkap Ada Aktivitas di 2 Situs Nuklir Iran

INTERNASIONAL
Trump Tuduh Iran Punya 4 Situs Nuklir Utama

Trump Tuduh Iran Punya 4 Situs Nuklir Utama

INTERNASIONAL
Serangan AS ke Situs Nuklir Iran Disebut Terbatas dan Tidak Besar

Serangan AS ke Situs Nuklir Iran Disebut Terbatas dan Tidak Besar

INTERNASIONAL
AS Klaim Serangan ke Situs Nuklir Iran Bukan untuk Ganti Rezim

AS Klaim Serangan ke Situs Nuklir Iran Bukan untuk Ganti Rezim

INTERNASIONAL
Reaksi Dunia atas Serangan AS ke Situs Nuklir Iran

Reaksi Dunia atas Serangan AS ke Situs Nuklir Iran

INTERNASIONAL
Analis: Serangan AS ke Iran Jadi Pertaruhan Terbesar Kebijakan Trump

Analis: Serangan AS ke Iran Jadi Pertaruhan Terbesar Kebijakan Trump

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon