ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

7 Kontroversi Menghebohkan Trump, Terbaru Unggah Foto Jadi Yesus

Selasa, 14 April 2026 | 11:45 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Donald Trump unggah foto AI mirip Yesus dan menuai kecaman luas dari publik dan tokoh agama.
Donald Trump unggah foto AI mirip Yesus dan menuai kecaman luas dari publik dan tokoh agama. (Truth Social/Donald Trump)

Jakarta, Beritasatu.com - Donald Trump terus menjadi figur yang tak pernah lepas dari perdebatan publik. Sepanjang karier politiknya, termasuk dalam periode terbarunya sebagai Presiden Amerika Serikat, berbagai pernyataan, kebijakan, dan unggahan di media sosial kerap memicu polemik luas.

Terbaru, Donald Trump menuai kecaman setelah mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya menyerupai sosok Yesus. Konten tersebut memicu kritik dari tokoh agama hingga masyarakat luas, sekaligus menambah panjang daftar kontroversi yang telah melekat pada dirinya.

Sebelumnya, ia juga menjadi sorotan akibat unggahan bernuansa rasis, ambisi geopolitik terhadap Greenland, hingga kebijakan luar negeri yang agresif seperti operasi militer terhadap Iran. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bagaimana gaya komunikasi dan keputusan politiknya kerap memancing reaksi keras, baik di dalam negeri maupun pada tingkat global.

Kontroversi Paling Menghebohkan Donald Trump

1. Pernah menghina Barack Obama

Kontroversi besar muncul ketika sebuah video bernuansa rasis diunggah melalui akun Truth Social milik Donald Trump. Video tersebut menampilkan Barack Obama dan Michelle Obama digambarkan sebagai monyet.

ADVERTISEMENT

Konten itu beredar pada Kamis (5/2/2026), dan langsung memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, termasuk politisi dari Partai Demokrat dan Republik. Banyak pihak menilai unggahan tersebut melewati batas karena menyasar simbol penting dalam sejarah kepemimpinan kulit hitam di Amerika Serikat.

Awalnya, Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt menilai reaksi publik berlebihan dan menyebut video itu hanya sebagai meme politik. Ia mengatakan, “Tolong hentikan kemarahan palsu ini dan laporkan sesuatu yang benar-benar penting bagi publik Amerika hari ini.”

Namun, beberapa jam kemudian, sikap pemerintah berubah. Seorang pejabat Gedung Putih mengakui bahwa unggahan tersebut merupakan kesalahan staf dan tidak mencerminkan sikap resmi presiden.

2. Ambisi menguasai Greenland

Donald Trump kembali memicu kontroversi saat menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengamankan Greenland "dengan cara apa pun". Ia menegaskan bahwa wilayah tersebut penting bagi keamanan nasional dan internasional.

Dalam pidatonya di Kongres, Trump menyampaikan, “Kami membutuhkan Greenland demi keamanan nasional dan bahkan keamanan internasional". Ia juga menyatakan dukungan terhadap hak rakyat Greenland untuk menentukan masa depan mereka.

Greenland sendiri merupakan wilayah otonomi Denmark sejak 1979 dan dikenal kaya sumber daya alam serta memiliki posisi strategis di kawasan Arktik. Meski demikian, pemerintah Denmark dan Greenland secara tegas menolak kemungkinan penjualan wilayah tersebut.

Survei pada Januari menunjukkan bahwa 85% warga Greenland menolak bergabung dengan Amerika Serikat, menandakan minimnya dukungan terhadap ambisi Trump.

3. Penarikan diri dari 66 organisasi internasional

Pada Januari, Donald Trump menandatangani memorandum yang menarik Amerika Serikat keluar dari 66 organisasi dan instrumen internasional, termasuk 31 entitas PBB.

Pemerintahannya menilai organisasi-organisasi tersebut sebagai tidak efisien dan merugikan kepentingan nasional.

“Tidak dapat diterima lagi untuk mengirimkan darah, keringat, dan harta benda rakyat Amerika ke lembaga-lembaga ini, dengan hasil yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali," kata Trump.

Langkah ini menuai kritik karena dinilai melemahkan kerja sama global dalam isu penting seperti hak asasi manusia, perdamaian, dan perubahan iklim. Sejumlah pengamat menilai kebijakan ini melampaui langkah presiden AS sebelumnya.

4. Pidato kontroversial di WEF Davos

Dalam forum World Economic Forum di Davos, Donald Trump kembali memicu polemik melalui sejumlah pernyataan tajam.

Ia menegaskan tidak akan menggunakan kekerasan untuk Greenland, tetapi tetap bersikeras bahwa wilayah tersebut seharusnya menjadi milik Amerika Serikat.

“Pulau besar yang tidak aman ini sebenarnya adalah bagian dari Amerika Utara. Itu adalah wilayah kami,” ujarnya.

Trump juga mengkritik Denmark dengan menyinggung sejarah Perang Dunia II, serta melontarkan komentar keras terhadap negara lain seperti Kanada dan Swiss.

Selain itu, ia menyoroti kebijakan migrasi di Eropa dan menyatakan bahwa beberapa wilayah kini “tidak lagi dapat dikenali". Ia menambahkan menyatakan bahwa, “Barat tidak bisa mengimpor budaya asing secara massal yang gagal membangun masyarakat sukses mereka sendiri".

Pidato tersebut memperkuat kesan bahwa Trump memandang Amerika Serikat sebagai pusat kekuatan global yang kurang dihargai.

5. Operation Epic Fury terhadap Iran

Donald Trump meluncurkan Operation Epic Fury dengan tujuan utama menghancurkan kemampuan militer Iran, termasuk sistem rudal balistik, angkatan laut, dan program nuklirnya.

“Tujuan kita jelas. Kita memastikan bahwa negara sponsor teror nomor satu di dunia tidak akan pernah bisa memperoleh senjata nuklir,” jelas Trump.

Berbagai pejabat tinggi AS turut memperkuat pernyataan tersebut. Wakil Presiden JD Vance menegaskan bahwa tujuan utama adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut operasi ini sebagai langkah untuk menghilangkan ancaman militer Iran.

Operasi ini menuai kritik internasional karena dianggap berisiko meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

6. Perseteruan dengan Paus Leo XIV

Ketegangan antara Donald Trump dan Paus Leo XIV mencuat setelah perbedaan pandangan terkait konflik Iran.

Melalui media sosial, Trump menyindir Paus dengan mengatakan bahwa pemimpin Gereja Katolik tersebut terlalu mengikuti kepentingan kiri radikal.

“Kita tidak menyukai paus yang mengatakan tidak apa-apa memiliki senjata nuklir,” kata Trump.

Trump bahkan menambahkan, “Saya rasa dia tidak melakukan pekerjaan yang baik. Saya bukan penggemar Paus Leo”.

Pernyataan ini muncul setelah Paus Leo XIV menyerukan penghentian konflik dan mendorong dialog damai. Meski tidak menyebut Trump secara langsung, pesannya dinilai berkaitan dengan kebijakan luar negeri AS.

Sejumlah tokoh Gereja Katolik di Amerika Serikat mengecam pernyataan Trump. Uskup Agung Paul S Coakley menegaskan, “Paus bukan rival politik. Ia adalah wakil Kristus yang berbicara atas dasar kebenaran Injil”.

7. Kontroversi foto AI Yesus

Kontroversi terbaru Donald Trump muncul ketika ia mengunggah gambar AI yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus.

Gambar tersebut memperlihatkan Trump mengenakan jubah putih dengan cahaya memancar dari tangannya, seolah sedang menyembuhkan seseorang, sementara sosok iblis tampak di latar belakang.

Unggahan itu segera memicu kecaman luas, termasuk dari kalangan pendukungnya sendiri. Riley Gaines, komentator konservatif, mengaku tidak memahami alasan di balik unggahan tersebut.

Trump kemudian menghapus postingan tersebut dan membela diri dengan mengatakan bahwa gambar itu dimaksudkan sebagai representasi dirinya seperti tenaga medis.

“Hanya media palsu yang bisa mengaitkannya ke arah itu,” ujarnya.

Kontroversi ini semakin memanaskan hubungan antara Gedung Putih dan Vatikan, yang sebelumnya telah tegang akibat perbedaan pandangan terkait konflik global dan kebijakan luar negeri.

Rangkaian kontroversi Donald Trump menunjukkan bagaimana gaya komunikasi dan kebijakan politiknya terus memicu perdebatan luas di berbagai bidang, mulai dari isu rasial hingga geopolitik dan agama.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

INTERNASIONAL
Alasan Trump Sebut Dirinya

Alasan Trump Sebut Dirinya "Bos" di Depan Pemimpin Dunia Saat KTT G7

INTERNASIONAL
Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

INTERNASIONAL
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump dan JD Vance Kecam Israel yang Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran

Trump dan JD Vance Kecam Israel yang Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon