Trump Temui Xi Jinping, Strategi 2 Kaki China Terbongkar
Rabu, 13 Mei 2026 | 16:05 WIB
Posisi China dalam Perang AS-Iran
Pitan juga menyoroti posisi China dalam konflik Iran-AS. Ia menilai banyak pihak keliru menganggap China akan sepenuhnya membela Iran.
"Orang beranggapan China akan bantu, all out berdiri di belakang Iran. Itu kemauan kita, tetapi bukan kemauan China," kata Pitan.
Menurut dia, meskipun Iran menjadi salah satu mitra China, tetapi kepentingan ekonomi China dengan Amerika Serikat jauh lebih besar dibandingkan dengan Iran.
Pitan memaparkan, nilai perdagangan China dengan Iran pada 2024 hanya sekitar US$ 9 miliar. Bahkan pada 2025 turun menjadi di bawah US$ 7 miliar akibat eskalasi konflik Timur Tengah sejak Israel meningkatkan serangan pada pertengahan tahun lalu.
Sebaliknya, perdagangan China dengan AS mencapai sekitar US$ 700 miliar dalam periode yang sama. Selain itu, perdagangan China dengan sekutu AS di Eropa mencapai sekitar US$ 600 miliar. Sementara perdagangan dengan lima sekutu utama AS di Asia, yakni Korea Selatan, Jepang, Filipina, Vietnam, dan Thailand, mencapai sekitar US$ 500 miliar.
Belum lagi perdagangan China dengan negara-negara Afrika yang dekat dengan AS yang nilainya mencapai sekitar US$ 225 miliar. Apabila dijumlahkan, total perdagangan China dengan AS dan negara-negara sekutunya sekitar US$ 2 triliun.
"Kalau nilai perdagangan sebesar itu dibanding dengan perdagangan yang di bawah US$ 7 miliar, tidak mungkin China mau korbankan itu. China juga punya kepentingan dengan Amerika," ujar Pitan.
Selain faktor perdagangan, China juga memiliki posisi strategis karena menguasai pasokan rare earth atau tanah jarang yang sangat dibutuhkan industri Amerika Serikat, termasuk industri pertahanan.

Pitan menjelaskan, terdapat 12 komponen rare earth yang menjadi bahan penting untuk produksi elektronik, peluru kendali, bom, hingga sistem persenjataan modern AS.
“Amerika sangat membutuhkan bahan baku dari China. Ini yang menjadi kartu tawar utama China,” katanya.
Karena itu, menurut Pitan, pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah hubungan dagang AS-China, termasuk tarif impor, sekaligus konflik AS dengan Iran.
"Karena China punya posisi tawar yang lebih tinggi dari Amerika di dalam bidang supply 12 komponen rare earth ini, China bisa pakai ini untuk menekan Amerika supaya jangan menaikkan tarif," ungkapnya.
Selain itu, China juga diperkirakan akan meminta AS mencabut sanksi terhadap lima perusahaan petrokimia China yang dikenai hukuman karena membeli minyak dari Iran.
Di sisi lain, AS juga memiliki kepentingan besar agar Selat Hormuz kembali dibuka. Saat ini, Selat Hormuz diblokade Garda Revolusi Iran untuk menekan negara-negara Arab sekutu AS seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar agar tidak leluasa mengekspor minyak. 1Sebagai balasan, AS juga melakukan blokade di Laut Oman sehingga kapal-kapal Iran tidak bisa keluar dari wilayah tersebut.
Karena itu, Pitan menilai China kemungkinan akan diminta membantu membujuk Iran agar membuka kembali Selat Hormuz, sementara AS diharapkan mengurangi blokade di Laut Oman.
Isu Selat Hormuz juga dibahas di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bahrain disebut telah mengajukan resolusi agar kapal-kapal yang tertahan di kawasan tersebut bisa keluar dengan pengawalan. Namun, usulan itu ditolak China dan Rusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




