ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Sukoharjo

Rabu, 15 April 2026 | 14:33 WIB
RN
IC
Penulis: Rizka Ardina Nugraheni | Editor: CAH
Hujan deras yang melanda pada Selasa 14 April 2026membuat sejumlah desa di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terendam banjir.
Hujan deras yang melanda pada Selasa 14 April 2026membuat sejumlah desa di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terendam banjir. (Beritasatu.com/Rizka Ardina N.)

Solo, Beritasatu.com - Hujan deras yang melanda pada Selasa (14/4/2026) membuat sejumlah desa di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terendam banjir. Sebanyak 14 desa dan ribuan rumah terdampak luapan sungai.

Meluapnya aliran sungai seperti Sungai Jenes, Kali Pepe, Kali Kembang, dan Kali Mranggen dipicu hujan deras disertai angin sejak pukul 18.00 WIB hingga tengah malam. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman.

Di Desa Manang, Kecamatan Grogol, pada Rabu (15/4/2026) siang, terlihat jalan penghubung antardesa, ratusan rumah warga masih terendam banjir. Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari lutut hingga dada orang dewasa.

ADVERTISEMENT

Selain itu, dilaporkan sebanyak sebelas sekolah terendam banjir yang mengakibatkan aktivitas belajar mengajar diliburkan. Makanan bergizi gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dialihkan untuk warga. Selain itu bantuan berupa sembako dan medis juga disalurkan kepada warga terdampak.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam tinjauan di lokasi banjir menyebut penyebab banjir lantaran hampir seluruh sungai dalam kondisi penuh. Kondisi tersebut membuat aliran air tidak mampu tertampung dan berakhir meluap ke jalan hingga masuk ke permukiman warga.

"Di Desa Manang yang tiap tahun tidak seperti ini, karena curah hujannya sangat tinggi kemarin dari sore sampai malam jam 22.00 WIB masih hujan tadi bahkan pagi hari masih hujan. Airnya meluap, ini sungai juga penuh. Jadi air sebenarnya berjalan tetapi karena sungai penuh jadi air mengantre masuk ke sungai," jelas Etik.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo selanjutnya segera mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang setiap tahun. Salah satunya dengan melakukan koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk normalisasi sungai.

Salah satu warga Babad Baru, Desa Manang, Kecamatan Grogol, Sony Krisna mengaku rumahnya terendam sejak Selasa malam. Ia tak bisa menyelamatkan perabot hingga elektronik karena banjir masuk ke dalam rumahnya.

"Jam 21.00 WIB (air) sudah mulai rembes dari dalam. Habis itu dari air sebelah barat masuk semua. Kondisinya seperti kapal pecah, berantakan semua," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir Muara Enim Rendam Ratusan Rumah dengan Ketinggian 1 Meter

Banjir Muara Enim Rendam Ratusan Rumah dengan Ketinggian 1 Meter

SUMATERA SELATAN
Banjir Citarum Rendam Dayeuhkolot, 21.000 Warga Terdampak

Banjir Citarum Rendam Dayeuhkolot, 21.000 Warga Terdampak

JAWA BARAT
Pohon Tumbang hingga Papan Iklan Roboh Ganggu Lalu Lintas Tol

Pohon Tumbang hingga Papan Iklan Roboh Ganggu Lalu Lintas Tol

JAKARTA
Banjir Bandang di Desa Sape, Kerugian Warga Mencapai Rp 75 Juta

Banjir Bandang di Desa Sape, Kerugian Warga Mencapai Rp 75 Juta

NUSANTARA
Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

Banjir Demak Rusak Infrastruktur, 1.948 Warga Terdampak dan 1 Wafat

JAWA TENGAH
Banjir Kepung Pandeglang, 7.500 Warga Terdampak Akibat Sungai Meluap

Banjir Kepung Pandeglang, 7.500 Warga Terdampak Akibat Sungai Meluap

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon