Tragedi Ponpes Al-Khoziny, 36 Santri Ditemukan Meninggal Dunia
Minggu, 5 Oktober 2025 | 09:30 WIB
Sidoarjo, Beritasatu.com - Tim gabungan Basarnas melaporkan sebanyak 36 santri ditemukan meninggal dunia dalam tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pencarian korban telah berlangsung selama 7 hari sejak musala tersebut roboh.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengungkapkan, tim masih terus mengevakuasi jenazah dari reruntuhan bangunan.
“Sampai pagi tadi pukul 03.34 WIB kami berhasil mengevakuasi satu korban lagi. Total korban meninggal dunia mencapai 36 santri, termasuk beberapa bagian tubuh yang ditemukan di lokasi,” ujar Yudhi, Minggu (5/10/2025).
Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan bantuan alat berat, mengingat struktur bangunan musala yang runtuh sebagian masih menimpa area yang diperkirakan menjadi titik kumpul para santri saat kejadian.
“Kami menggunakan satu unit backhoe dan breaker yang dioperasikan bersama tim Basarnas untuk membuka akses di bawah puing-puing beton,” jelas Yudhi.
Menurutnya, sebagian besar jenazah ditemukan di area A3 dan A4 yang berada di belakang posisi imam musala. Area tersebut menjadi titik konsentrasi utama pencarian setelah alat berat mulai membersihkan material reruntuhan.
“Posisi A3 dan A4 itu persis di belakang imam. Setelah dibuka dengan alat berat, kami menemukan banyak jenazah di titik tersebut,” tambahnya.
Yudhi menegaskan, proses pencarian belum akan dihentikan hingga seluruh korban ditemukan dan seluruh material reruntuhan musala berhasil dibersihkan.
Pihaknya juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam setiap tahapan evakuasi agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan di lokasi pencarian.
“Kami akan terus mencari korban sambil membersihkan sisa reruntuhan. Semua dilakukan dengan hati-hati karena masih ada kemungkinan korban berada di bawah puing,” tuturnya.
Musala Ponpes Al-Khoziny ambruk pada Minggu (28/9/2025) sore, saat para santri tengah melaksanakan kegiatan keagamaan. Struktur atap dan dinding bagian utama runtuh secara tiba-tiba, menimpa puluhan santri yang berada di dalam bangunan.
Hingga hari ketujuh, proses pencarian melibatkan ratusan personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan, yang bekerja siang dan malam untuk mengevakuasi korban.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Sidoarjo. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan tim SAR dan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan diidentifikasi.
Pihak Basarnas menegaskan pencarian akan terus dilanjutkan hingga area musala Ponpes Al-Khoziny dinyatakan bersih dari material reruntuhan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




