BI Jatim Perkuat Stabilitas Harga dan Digitalisasi Daerah
Sabtu, 28 Februari 2026 | 05:12 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi dan pemerintah kabupaten/kota memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga serta mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah.
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Satgas Pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta pelaku usaha guna menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyoroti masih adanya disparitas harga dan pasokan komoditas antarwilayah di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya konsolidasi dan sinergi intradaerah untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga.
“Konsolidasi level pimpinan lembaga/instansi se-Jawa Timur merupakan wujud nyata sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah serta seluruh instansi anggota TPID dan TP2DD se-Jawa Timur dalam mendukung pertumbuhan Jawa Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan,” ujar Ibrahim, Jumat (27/2/2026).
Sepanjang 2025, inflasi Jawa Timur tetap terjaga dalam kisaran target nasional 2,5±1%. Capaian tersebut menjadi pijakan dalam menyusun langkah pengendalian inflasi, terutama menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Di sisi lain, BI Jatim mendorong percepatan digitalisasi pendapatan dan belanja daerah melalui inovasi kebijakan serta penguatan monitoring peta jalan TP2DD di masing-masing daerah.
Bank Indonesia juga menyatakan kesiapan mendukung pemerintah daerah dalam ajang digital championship TP2DD sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sebagai bagian dari penguatan pengendalian inflasi menjelang Idulfitri, diluncurkan program Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) Mobile Jawa Timur 2026.
"Sebagai bentuk penguatan program pengendalian inflasi khususnya menjelang Idulfitri, dilakukan peluncuran program Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota (EPIK) Mobile Jawa Timur 2026," ucap dia.
EPIK Mobile merupakan platform distribusi pemasaran keliling yang mengefisienkan rantai pasok dengan menghubungkan produsen secara langsung dengan masyarakat. Program awal ini bersinergi dengan 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dan Bulog yang menjual produk dengan harga terjangkau. Komoditas yang dijual berupa beras SPHP, beras Jatim Cettar (hasil korporasi petani binaan Provinsi Jawa Timur), minyak goreng, dan gula pasir.
Ke depan, BI Jatim akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, TPID, TP2DD, dan pelaku usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




