Kepala Desa di Lumajang Dikeroyok 10 Orang di Rumahnya
Rabu, 15 April 2026 | 20:13 WIB
Lumajang, Beritasatu.com – Seorang kepala desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang di rumahnya pada Rabu (15/4/2026). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala dan bahu hingga harus mendapat perawatan medis.
Korban diketahui bernama Sampurno, yang menjabat sebagai kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit. Peristiwa ini sempat menggegerkan warga karena terjadi secara tiba-tiba di lingkungan permukiman.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritasatu.com, insiden ini bermula saat sekitar 10 orang datang ke rumah korban menggunakan dua mobil. Saat itu, korban sedang menerima tamu. Namun, tanpa alasan yang jelas, rombongan tersebut diduga langsung melakukan penyerangan.
Korban tidak hanya dipukul, tetapi juga diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit. Akibatnya, ia mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.
Dugaan sementara, pengeroyokan dipicu kesalahpahaman antara korban dan salah satu terduga pelaku. Beberapa hari sebelum kejadian, keduanya disebut sempat terlibat perselisihan dalam sebuah acara pengajian.
Korban menduga aksi tersebut dipicu emosi sesaat dari pelaku. “Mungkin khilaf, mungkin marah dengan saya. Bisa jadi hanya salah paham saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, Pras Ardinata, mengatakan pihaknya masih mendalami motif di balik pengeroyokan tersebut.
“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman korban. Awalnya korban menerima tamu, lalu datang dua mobil, sempat terjadi cekcok hingga berujung penganiayaan. Untuk motif masih kami dalami,” katanya.
Polisi telah mengantongi identitas para terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pengejaran. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, korban kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Korban Perang di Iran dan Lebanon Tembus 5.500 Jiwa
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terkait Dugaan Kekerasan Verbal




