Waspada! 112 Kasus Suspek Campak Ditemukan di Subang
Jumat, 19 September 2025 | 14:21 WIB
Subang, Beritasatu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat lonjakan kasus suspek campak sepanjang Januari hingga Agustus 2025. Total sebanyak 112 kasus suspek campak dilaporkan melalui sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR).
Kepala Dinkes Subang Maxi menyebutkan, sebanyak 17 puskesmas di Subang telah mengirimkan sampel ke laboratorium Biofarma untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari total 79 sampel yang dikirim, 16 kasus positif campak terkonfirmasi, nol kasus rubella, dan 63 kasus discarded atau dinyatakan negatif.
"Dari data total sekabupaten itu sudah ada 16 kasus positif Campak, nol positif Rubella dan 63 Discarded," ujar Maxi kepada wartawan, Kamis (18/9/2025).
Maxi menambahkan, puskesmas yang paling aktif dalam pelaporan dan pengiriman sampel adalah Puskesmas Cikalapa (11 sampel), diikuti oleh Puskesmas Pagaden (tujuh sampel), dan Puskesmas Gunung Sembung (tujuh sampel).
Puskesmas lainnya rata-rata mengirimkan tiga hingga empat sampel saja.
"Target penemuan kasus suspek campak sebenarnya adalah tiga kasus per Puskesmas per tahun. Beberapa Puskesmas sudah melebihi target tersebut," katanya.
Dinkes Subang kini menggencarkan imunisasi Campak dan Rubella (MR) bagi bayi usia 9 bulan, booster untuk balita 18 bulan, serta anak-anak kelas 1 SD.
"Pencegahan paling efektif adalah vaksinasi MR dan booster campak. Namun, harus juga didukung dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," jelasnya.
Untuk menekan jumlah kasus, sebanyak 40 Puskesmas saat ini bergerak aktif melakukan jemput bola dengan mendatangi anak-anak yang belum menerima imunisasi.
"Kita menginstruksikan semua Puskesmas untuk keliling mencari anak-anak yang belum imunisasi. Hingga Agustus 2025, cakupan vaksinasi baru mencapai 56%," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




