Ditlantas Akui U-turn Jadi Penyebab Kemacetan di Jakarta
Jumat, 21 Oktober 2022 | 13:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya tidak menampik u-turn atau putaran menjadi salah satu penyebab kemacetan di Jakarta. Hal ini disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman menanggapi wacana Pemprov DKI Jakarta menerapkan sistem one way dan mengurangi u-turn untuk mengatasai kemacetan di Ibu Kota.
"Ya selama itu kan kami lihat lapangan, memang u-turn ini bisa menjadi penyebab macet, salah satu," kata Latif Usman kepada wartawan, Jumat (21/10/2022).
Kata Latif, terdapat banyak putaran di jalanan Jakarta. Latif pun membeberkan ciri-ciri putaran yang menjadi biang kerok kemacetan. Salah satunya u-turn yang menjadi lokasi putaran kendaraan dari dua arah.
"Banyak sekali di Jakarta ini, kalau U-turn yang dibawah puteran. Tapi, dari dua arah menjadi putar balik ini yang menjadi masalah," ucapnya.
Mantan Dirlantas Polda Jawa Timur itu mengatakan pihaknya siap menjalani jika rencana itu direalisasikan. Sejauh ini, rencana itu masih dikaji.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengungkapkan, Dishub DKI saat ini tengah mengkaji rencana sistem one way hingga mengurangi u-turn untuk mengatasai kemacetan Jakarta.
Rencana tersebut merupakan salah satu cara yang digagas Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk mengatasi masalah kemacetan Ibu Kota.
"Kami sedang membuat kajian. Tentu setelah kajian kami akan laporkan ke beliau (Heru Budi) terkait manajemen dan rekayasa lalu lintas secara keseluruhan," kata Syafrin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (20/10/2022).
Diketahui, Heru Budi Hartono menemui Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran pada Kamis (20/10/2022) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Heru mengucapkan terima kasih kepada Fadil Imran atas dukungan jajaran Polda Metro Jaya untk turut membangun Jakarta yang nyaman bagi warganya.
Mulai dari membantu menyelesaikan masalah kemacetan hingga meningkatkan keamanan. Heru pun meminta baik Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya bisa memberi mengoreksi pihaknya.
"Apa yang perlu dikoreksi Bapak Kapolda ke jajaran kami," kata Heru menambahkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




